www.supadilah.com

Pendidikan

Berita Utama

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

15 January 2021

14 January 2021

Kalor dan Perpindahan Kalor

 Halo, Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Apa kabar siswa sekalian? Mudah-mudahan sehat ya. Kali ini kita membahasa tentang Kalor dan Perpindahan kalor. 

Masih ingatkan apa itu kalor?

Secara ringkas, kalor artinya PANAS. 


Kalor merupakan panas yang bisa berpindah dari benda yang memiliki kelebihan kalor menuju benda yang kekurangan kalor. Kalor biasanya dinyatakan dalam suhu. 

Dalam satuan internasional, kalor dinyatakan dengan Joule. Satuan lainnya dinyatakan dengan kalori. Nah, kamu juga perlu tahu pernyataan ini:

1 kalori didefinisikan sebagai banyaknya kalor yang diperlukan untuk memanaskan sebanyak 1 kg air sebesar 1C.

1 kalori = 4.2 joule dan 1 joule = 0.24 kalori.

Macam-macam Perpindahan Kalor

1) Konduksi

Konduksi adalah perpindahan panas melalui zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan. Artinya, perpindahan kalor pada suatu zat tersebut tidak disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya.

Contoh:

  • Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan, misalnya ketika memegang kembang api yang sedang dibakar.
  • Knalpot motor menjadi panas saat mesin dihidupkan.
  • Tutup panci menjadi panas saat dipakai untuk menutup rebusan air.
  • Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh karena panas.

2) Konveksi

Konveksi adalah perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut berpindah. Jika partikel berpindah dan mengakibatkan kalor merambat, terjadilah konveksi. Konveksi terjadi pada zat cair dan gas (udara/angin).

Contoh:

  • Gerakan naik dan turun air ketika dipanaskan.
  • Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya ketika dipanaskan.
  • Terjadinya angin darat dan angin laut.
  • Gerakan balon udara.
  • Asap cerobong pabrik yang membumbung tinggi.

3) Radiasi

Perpindahan kalor tanpa zat perantara merupakan radiasi. Radiasi adalah perpindahan panas tanpa zat perantara. Radiasi biasanya disertai cahaya.

Contoh radiasi:

  • Panas matahari sampai ke bumi walau melalui ruang hampa.
  • Tubuh terasa hangat ketika berada di dekat sumber api.
  • Menetaskan telur unggas dengan lampu.
  • Pakaian menjadi kering ketika dijemur di bawah terik matahari.

 


Kalor Jenis

Kalor jenis adalah banyaknya kalor yang diserap atau diperlukan oleh 1 gram zat untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C. Kalor jenis juga diartikan sebagai kemampuan suatu benda untuk melepas atau menerima kalor. Masing-masing benda mempunyai kalor jenis yang berbeda-beda, lho. Satuan kalor jenis ialah J/kg⁰C.

 

Kapasitas Kalor

Kapasitas kalor adalah jumlah kalor yang diserap oleh benda bermassa tertentu untuk menaikkan suhu sebesar 1⁰C. Satuan kapasitas kalor dalam sistem international ialah J/K.

 Menghitung Besarnya Kalor

Perpindahan kalor juga bisa dihitung besarannya, lho dengan menggunakan rumus di bawah ini.

Q = m.c.ΔT

Keterangan:

  • Q   : banyaknya kalor yang diterima atau dilepas oleh suatu benda (J)
  • m   : massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)
  • c    : kalor jenis zat (J/kgC)
  • ΔT : perubahan suhu (C)
  • Rumus Kalor Jenis: c = Q / m.ΔT

Keterangan:

  • c = kalor jenis zat (J/kgC)
  • Q = banyaknya kalor yang dilepas atau diterima oleh suatu benda (Joule)
  • m = massa benda yang menerima atau melepas kalor (kg)
  • ΔT = perubahan suhu (C)
  • Rumus Kapasitas Kalor: C = Q / ΔT

Keterangan:

  • C = kapasitas kalor (J/K)
  • Q = banyaknya kalor (J)
  • ΔT = perubahan suhu (K) 
  •  

Contoh Soal Menghitung Kalor

1. Sebuah logam yang terbuat dari besi memiliki massa 5 kg, dipanaskan dari 30°C sampai 80°C. Jika kalor jenis besi 460 J/(kg °C), maka energi kalor yang diperlukan sebesar ….

diketahui : 

m = 5 kg,  ∆t = 80°C - 30°C = 50°C, c = 460 J/(kg °C)

Q = m x c x ∆t

Q = 5 kg x 460 J/kg°C x 50 °C

Q = 115.000 J = 115  kJ

Jadi, energi kalor yang diperlukan untuk memanaskan besi adalah sebesar 115 kJ.

 

2. Seorang anak memanaskan 500 gram logam dari suhu 200°C hingga 600°C. Jika kalor jenis logam tersebut 800 J/kg°C, berapakah besarnya kalor yang diperlukan untuk proses tersebut…. 

diketahui :

m = 0,5 kg,  ∆t = 600°C - 200°C = 400°C, c = 800 J/(kg °C)

Q = m x c x ∆t

Q =  0,5 kg x 400°C x 800 J/(kg °C)

Q = 160000 J

atau 

Q = 160 KJ 


3. Besi yang massanya 4 kg suhunya 20°C dipanaskan dengan kalor 92 kilo joule. Apabila kalor jenis besi 460 J/kg°C, maka suhu besi setelah dipanaskan adalah ….

Pembahasan:

Q = m x c x ∆t

92 kJ = 4 kg x 460 J/kg°C x ∆t

Suhu akhir= 50°C + 20°C = 70°C

02 January 2021

Prestasi di 2020

 

Bismillahirrahmanirrohiim

Mengawali tahun 2021 ini saya merekap beberapa prestasi yang saya dapat di 2020. Tujuannya supaya menjadi motivasi bagi diri saya sendiri.

Pada 2020, banyak lomba yang saya ikuti mulai dari lomba nulis, video, dan logo. Dua jenis lomba terakhir zonk alias belum juara. Sementara, lomba nulis alhamdulillah dapat beberapa prestasi. Sebetulnya, ada belasan lomba yang kalah. Hehe..

Ada 8 prestasi saya pada 2020.

1. Juara 2 Sekolah Relawan Februari 2020. Artikelnya di sini
2. Juara 1 kbr.id September. Artikelnya di sini
3. Juara Harapan 3 Lomba Menulis Artikel 110 Tahun PT Semen Padang Artikelnya dimuat di koran Singgalang.
4. Juara 2 Lomba Blog DUMET School, November 2020. Artikelnya di sini
5. Juara 2 Guraru, November 2020
6. 10 Terbaik Lomba Menulis Guru Inovatif, November 2020. Artikelnya di sini
7. Juara 3 Lomba Blog Sahabat Hosting, Desember 2020. Artikelnya di sini
8. Juara 4 Lomba Blog DUMET School, Desember 2020. Artikelnya di sini

 

01 January 2021

Trilogi Sukses

 

Selamat Sore. Semoga berkenan membaca review hasil webinar yang saya ikuti sore ini.


Trilogi Sukses

Siapa sih yang nggak ingin sukses? Dalam dunia ini toh yang kita cari juga kesuksesan kan? Mulai dari sukses membangun keluarga, bisnis, hingga sukses dunia akhirat.

Nah, ada 3 hal yang bisa mengantarkan kita kepada kesuksesan.

 

Satu, Semangat Masa Lalu

 

Tak mengapa kita mengingat masa lalu. Tapi ingat yang baik-baik saja. Mengambil semangat masa lalu. Dengan cara mengingat-ingat prestasi yang telah kita raih di masa lalu. Baik prestasi besar maupun prestasi kecil. Sebab sekecil apapun prestasi tetap merupakan prestasi.

 

Ingat-ingat prestasi kita di masa lalu. Misalnya pernah menjuarai lomba. Pernah jadi ketua di organisasi tertentu. Mungkin pernah jadi ketua kelas atau ketua kelompok. Itu pun prestasi.

 

Menjadi juara ibarat rezeki. Kadang rezeki kita bukan di satu tempat tapi di tempat lain. Kadang kita nggak jadi juara di tingkat provinsi atau nasional tapi bisa jadi juara di tingkat internasional.

 

Saat kita kalah dalam kompetisi, kadang ada yang mengejek. Jangan melawan ejekan itu dengan kata-kata. Jadikan ejekan itu sebagai motivasi agar menjadi prestasi.

 



Dua, Semangat Masa Sekarang

 

Ciptakan semangat di masa sekarang. Caranya adalah membuat indikator sendiri tentang kesuksesan. Jangan salah, bahkan kesuksesan itu tidak harus hal-hal yang besar, lho. Perubahan apa saja, bisa kita maknai sebagai kesuksesan.

 

Misalkan pada pekan sebelumnya sudah mendapatkan 5 mitra, dan pekan sekarang mendapatkan 10 mitra, itu termasuk kesuksesan.

 

Ketika malam ini bisa tahajud itu termasuk kesuksesan. Jika hari ini bisa sedekah itu termasuk kesuksesan. Kalau hari ini bisa shalat dhuha dengan jumlah rakaatnya lebih banyak daripada sebelumnya itu juga kesuksesan.

 

Saat sedekah lebih banyak daripada sedekah sebelumnya itu juga kesuksesan.

 

Ukuran kesuksesan itu tergantung kita memaknainya. Perubahan apapun yang kita maknai sebagai kesuksesan itu dapat menjadi motivasi diri agar mendapatkan prestasi yang lebih baik lagi. Supaya semangat menjadi lebih menyala.



 

Tiga, Semangat Masa Depan

 

Pasanglah target target di masa depan. Jadikan target itu sebagai pelecut semangat untuk meraihnya.

 

Misalkan saat ini kita sudah mendapatkan 20 mitra. Maka pasang paket mendapatkan 40 mitra, 100 mitra, bahkan ribuan mitra.

 

Jika saat ini kita sudah tilawah 1 juz per hari, targetkan menjadi 2 juz perhari.

 

Jika saat ini kita sudah bisa bersedekah Rp 20.000 per hari, targetkan menjadi Rp100.000 per hari, atau lebih.

 

Jika tahun ini kita bisa mendapatkan 5 prestasi, targetkan mendapatkan 10 prestasi di tahun ini.

 

Tentu dipengaruhi dengan apa yang kita lakukan saat ini. Sebab kita di masa depan adalah cerminan kita di masa sekarang.



 

Jadikan tahun baru sebagai semangat baru mencapai prestasi lebih baik lagi. Ajak lebih banyak teman, saudara, atau kenalan untuk bergabung di BP dan PPQ. Niatnya adalah ‘jebloskan’ dia menjadi keluarga yang semakin kaya semakin taqwa.

 

Siapa sih yang nggak mau menjadi semakin kaya semakin taqwa. Targetkan pula penjualan dan amalan semakin bagus. Semoga Allah membantu kita mencapai target-target kita. Aamiin.

 

Penulis : Supadilah

www.supadilah.com

Konten Pilihan

Keluarga

Literasi

Kegiatan

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi