Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[No title]

Idealisme

                  Siapa yang tak kenal ST 12? hampir semua kalangan umur tahu. Mulai dari anak-anak hingga lansia. Yup, kemunculannya tahun 2006 langsung mengorbit berkat music yang diusungnya. Lihat penampilan mereka; vokalisnya pakai anting-anting tapi lagu mereka: lagu cengeng saya bilang. Hamper rata-rata lagu mereka berbicara dengan isi yang sama. Pernah mereka membuat single religious juga sih. mereka orang Indonesia, tapi `mereka melayu (kata seorang teman, lagu Malaysia). Tak bangga dengan Indonesia. Ada judul lagu mereka Isabella? Kaa-kata ini tepat untuk mereka: NYANYIKAN LAHU ORANGLAIN DAN KAU AKAN TERKENAL.
                 Genre ini pernah menghiasai blantika music Indonesia, sekitar belasan tahun silam, tapi kemudian kalah dengan banyaknya band-band baru di Indonesia yang membawa music lebih segar, kala itu.
Perhatikan band-band sekarang ini. rata-rata mereka hanya berambisi pada ketenaran dan popularitas, demi perhatian publik, bahkan mereka rela berganti kulit; menjual idealisme mereka. Ungu, yang dulu mengusung pop alternatif, kini entah berapa lagu mereka yang ke-melayuan/dangdut. Wali band pun ikut-ikutan. Kuburan band, tak lebih dari sekedar atraksi saja, tanpa skill bemusik yang cukup, ternyata bisa tenar juga karena lagu nyeleneh mereka. Belum lagi muatan-muatan dalam lagu mereka yang tak berisi. Picisan. Hanya deretan kata tanpa makna, tenaga dan pesan nyata. Jika ini kita konsumsi dalam keseharian kita, maka akan menjadi seperti para konsumen music mereka. Tak jauh dari apa yang dikonsumsi.
                    Yang perlu kita cermati adalah, betapa popularitas, menjadi tujuan utama dari mereka. maka muncullah gnerasi instan, yang pengen cepat dikenal massa. Cukup dengan tampil beda dan nyeleneh, maka akan dikenal. Cari perhatian. Menggadaikan idealisme.
Salah satu sifat (karakter) yang dimilii oleh mahasiswa adalah idealisme-nya. inilah yang memberikan nilai lebih seorang mahasiswa dengan yang lain. lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan-Shoe Hok Gie. Kalau kita ingat, perjuangan senior kita, dimana perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan untuk sebuah perubahan (idealisme). Idealisme yang tak akan ditukar oleh popularitas dan kesenangan yang membahagiakan satu pihak, sementara di lain pihak menyengsarakan dan membodohkan (mereka yang memang bodoh).
                          Kita harus memiliki jati diri (idealism)e yang jelas dan kuat, tak rapuh oleh sanjungan Harus diperjuangkan; tak akan goyah oleh bujukan popularitas.. meski harus berhadapan dengan siapapun, bahkan termasuk kepada misalnya yang selama ini memberikan kita kemudahan-kemudahan atau pertolongan. Misalnya kepada akademisi yang selama ini memberi kita bantuan (beasiswa), maka janganlah ragu dengan kebenaran jika kebenaran itu terang. Jujur dan berani. Menempatkan semuanya pada sebagaimana mestinya. Kataan hitam adalah hitam dan katakan putih jika ia memang putih adanya.
Kepercayaan diamanahkan pada pemuda (mahasiswa) tentang perubahan dan perbaikan. Kepada merekalah semua harapan bertumpu, tak lagi kepada orang-orang dalam usia senja. mari menata kembali taman sejarah dan masa depan yang akan kita jelang. hanay bebekal keyakian dengan kebenaran dan idealism yang tak luntur dnegan tutur, tekanan dan kesulitan, perjuangan tentang kebenaran itu bisa kita realisasikan.
(Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang batil adalah batil adanya, dan yang haq adalah haq adanya…dan berilah kekuatan kepada kami ).
salfi jihad/wisma iqra 02032010 9:25 pm



Post a Comment for " "