Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pulang kampung mahasiswa rantau

Salah satu tantangan mahasiswa rantau adalah tentang pulang kampung. Tak setiap liburan semester mereka menyempatkan dan memiliki kesempatan pulang kampung.
Biasanya, diperngaruhi oleh beberapa hal berikut sehingga mereka bisa pulang kampung.
1. Waktu libur yang cukup lama
2. Cukup dana untuk pulang kampung
3. Urusan yang (sangat) penting

Tapi, setahu saya juga, mahasiswa rantau paling tidak akan menyempatkan diri untuk pulang kampung setahun sekali; saat lebaran Idul Fitri tiba. Untuk idul adha? Lihat ke 3 poin di atas. Artinya, apakah hari libur yang menyertai Hari raya idul adha tersebut cukup banyak/lama atau tidak, doku juga tebal atau tidak.
Tetapi kadang juga mahasiswa rantau akan pulang meski buan jadwalnya atau tidak ada libur yang cukup lama, karena poin 3 di atas. Misalnya; orangtua naik haji (syukuran), anggota keluarga ada yang baralek (nikah), dan sejenisnya. Nah, meskipun si mahasiswa rantau ini senelumnya sudah pulang kampong, belum terlalu lama dari pulang kampungnya, dia akan ‘terpaksa’ kembali pulang kampong.
Atau sebaliknya, dikarenakan ada agenda penting yang mendekati jadwal pulkam, kadang ia akan menunda untuk pulang kampong, meski itu adalah jadwalnya. Nanggung.
Dan Idul Adha kali ini, saya tidak pulang kampong, karena pada 3 Desember 2010, saya harus pulkam, ada urusan penting. Dan ini adalah kali ke empat selama kuliah saya, tidak pulkam saat Idul Adha.

Post a Comment for "Pulang kampung mahasiswa rantau"

Berlangganan via Email