Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[No title]

ada untungnya ?
Di kepengurusan ini, rasanya lengkap sudah merupakan kumpulan utusan dari fakultas yang ada di kampus termegah di Asia Tenggara. Masing-masing ditempatkan sesuai kompetensinya. Meski demikian, beberapa juga ditempatkan berdasar kebutuhan BEM. Maksudnya, dia terpaksa ditempatkan di departemen tertentu karena di bagian itu minim SDM dengan kualifikasi yang sesuai.
Belum pernah sih, menghitung komposisi real berapa masing-masing SDM dari fakultas. Bukan bermaksud membandingkan fakultas mana yang produktif dalam hal mayoritas SDM yang duduk di eksekutif. Hanya saja, pernah terlintas pertanyaan-pertanyaan di dalam benak. Dengan jumlah X SDM fakultas di cabinet, kira-kira apa yang sudah diberikan SDM tersebut ke fakultasnya. Apa untungnya fakultas dengan duduknya dia di cabinet. Dengan banyaknya SDM fakultas tersebut di cabinet, apa kemajuan fakultas tersebut. Atau, adakah keuntungan bagi fakultas dengan duduknya mereka di cabinet? Adakah keuntungan-keuntungan diperoleh fakultas, ketika semakin banyak SDM nya di cabinet?
Memang, salah jika masing-masing hanya mementingkan fakultasnya ketika berperan di cabinet. Tapi tentu tak juga salah, jika setiap duta fakultas yang bersangkutan mengevaluasi dirinya: “saat ia duduk di cabinet, apa keuntungan bagi (khusus) fakultasnya”.
Saya rasa ini penting. Agar fakultas merasa ada untungnya ada SDM-nya duduk di cabinet. Kalau tidak ada untungnya, mungkin boleh saja mahasiswa lain mengatakan tidak ada bedanya ada dutanya di cabinet atau tidak. Missal, ada dutanya di departemen infokom di cabinet. Maka sudahkah?, aliran informasi mengalir efektif (up date dan sampai pada sasaran) bagi mahasiswa di fakultasnya”.

Post a Comment for " "