Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[No title]


Assalamu'alaikum warhamtullahi wabarakatuh

bismilllah

Masa-masa kampus adalah masa-masa terbentuknya para kader militan. Militan dalam arti disini adalah semangat untuk berkorban tanpa pamrih demi mencari ilmu dan berdakawah.Semangat ini sebenarnya sangat bagus, namun ada dua dampak (talbis iblis/tipu daya iblis)jika kondisi ruhiyah seseorang berada pada kondisi tersebut.

Dampak pertama adalah keteraturan cara berpikir dan bertindak. Orang yang mempunyai semangat militan tidak akan mudah dikalahkan kemalasan dan terlalu picik memandang sesuatu. Amalannya berkelanjutan.

Dampak kedua adalah ketidakteraturan cara pikir dan tindakan. Istilah ini lebih tepat sebagai pribadi yang euforia. militan yang berlebihan terkadang mengharamkan semua yang berbau kedunian dan lebih memprioritaskan persoalan keakhiratan. kuliah menjadi terbengkalai hanya keasyikan menjalani dakwah kampus. Padahal dibalik itu semua ada amanat ortu untuk cepat menyelesaikan kuliah. Pola pikir sempit yang memandang dakwah hanya sebatas kampus serta menganggap tidak ada orang sebaik dia yang bisa melaksanakan. sehingga rela bertahun-tahun bersarang di mushalla FMIPA. padahal masjid-masjid diluar sana ("kampung beliau") sangat jarang dikumandangkan azan, disitulah peran dia seharusnya untuk menghidupkan nilai keislaman.

Wahai ikhwah, dakwah kita sekarang sudah memasuki semua lini kehidupan dan stratifikasi (tingkatan) sosial. Pola pikir universal dalam hal-hal yang tidak diharamkan Allah secara nyata sngat dibutuhkan. Dulu amat terasa aneh, jika kita mengadakan kegiatan di hotel-hotel mewah tapi tuntutan universal membutuhkan kita untuk disejajarkan dengan partai lainnya. jika kita eksklusif, bukan tak mungkin akan tertinggal bahkan bisa jadi siap-siap untuk diberanguskan seperti nasib partai FIS AlJazair. Pada akhirnya dakwah sulit untuk bergerak dan mati.



Inilah alasan, kenapa partai dakwah memilih sedikit moderat dibandingkan partai FIS dan HAMAS. Tekanan-tekanan dari berbagai pihak menyulitkan ruang gerak dan diplomasi dua partai tersebut k dunia luar. tapi coba bandingkan dengan Partai AKP Turki. Ideologis sekuler yang mereka pakai untuk menyelamatkan eksistensi partai di turki justru mampu meredam dan melemahkan gerakan sekuler di negeri itu. AKP salah satu wajihah IM di Turki yang sekarang perlahan-lahan menghapus sistem sekuler di sana.



Bagaimana untuk Indonesia, secara prinsip kita tidak ada penyimpangan dalam nilai hanya saja pola pergerakan sedikit mengalami perubahan untuk eksistensi partai dakwah di Indonesia.



JadiEuforia akan berdampak mematikan dakwah untuk jangka panjang. apakah haram mendoakan Timnas Indonesia di AFF, justru itu sangat dibutuhkan sebagai cermin universal kebangsaan kita.

Wassalam

sunan

Post a Comment for " "

Berlangganan via Email