Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[No title]

SABTU-nya Supadilah
Sore-sore gini sudah nongkrong di TB
Biasanya menggantikan aja, artinya gak perlu mbuka pintu dulu, sudah ada yang buka pada shift pertama. Langsung nongkrong di meja karyawan.

Bolak balik sebentar buku, langsung tenggelam bersama buku। Nikmat. Sebentar-sebentar menghentikan bacaan, karna ada pelanggan, yang dating. Semoga menjadi bahan latihan agar focus dan kerapian diri.


Lalu lalang orang-orang dianggap biasa. Karena memang berada di pusat keramaian kehidupan padang; daerah pasar baru. Pertemuan antara padatnya penduduk vs ramainya mahasiswa. Bahkan, sekiar kuranglebih 15 m dari halte. Bising memang। Bus kota ikut andil dalam menyumbang kebisingan ini, termasuk oplet dengan sirine ataupun klaksonnya। Motor-motor tak ketinggalan।
Halte bus sekitar 10 dari tempatku mangkal. Jalan bus kampus yang disekelilingnya ngetem bus kota dan angkot, Kerap menyebabkan kemacetan. Pasalnya, bundaran tempat bus berbalik arah menuju kampus, adalah jalur transportasi pasar baru-pasar raya. Orang biasa menyebutnya ‘lurus’. Karena memang kalau dilihat memang jalan memanjang lurus saja. Angkotnya warna hijau, biasanya ada tulisan ‘lurus’ di kaca depan. Tapi ada juga yang gak pake. Mungkin sudah terkelupas.
Karena dapat jatah jaga hari sabtu, agak jarang pelanggan dating। Shift 2 tu dari jam 3 sampe jam 9। TB islami, didatangi para mahasiswa dengan berbagai latar belakang। Anggap saja ini latihan manajemen kesabaran, kerapian dalam mengurus diri। Kalau bagus mengurus yang lain, maka bias dipastikan ngurus diri sudah OK।
Hal yang kadang membuat gugup adalah kalau pelanggan dating berjamaah atau banyak। Karna masih system manual proses pencatatan barang yang terjual। Jadi musti lihai mencatat। Karena barang yang terjual dan apa saja yang itu adalah transaksi, harus melalui pembukuan। Dan, ternyata kelihaianku belumlah teruji, sebagai manusia biasa yang boleh saja melakukan kekhilafan, suatu waktu ada kesalahan terjadi, salah dalam pengembalian uang। Ada barang yang belum terbayar tetapi sudah dikasihkan। Resikonya, mengganti dari dana sendiri।
Belum lagi kalau seandainya kembalian yang tidak ada, maka harus ke toko untuk nukar uang. Kalau nukar saja, bias dipastikan si tokonya keberatan, bilang gak ada uang kecil. Harus beli sesuatu agar ada kembaliannya.
Tapi tentu saja, dilengkapi dengan hal-hal yang mengenakkan dengan pekerjaan ini. Baca buku gratis, up date peristiwa, dan ilmu-ilmu lain. Secara Cuma-Cuma. Terlebih majalah yang bias dibaca, asal mampu mengondisikan dengan baik. Jangan sampai kumal. Untuk buku lain, asal sudah terbuka plastiknya bias dibaca.

Post a Comment for " "