Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

[No title]

Harga Beras Melangit, (Kantong) Anak Kos Menjerit
Kelangkaan beras dalam dua pekan di awal Januari ini, berdampak mengikuti salah satu hukum ekonomi : jika barang semakin sedikit sementara permintaan tetap atau bertambah, mak a harga naik. Beras, yang merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia, termasuk rakyat Sumbar mengalamai penguraangan jumlahnya di pasaran. Imbasnya adalah, harganya naik.

Sebelumnya, harga beras berkisar antara 11.000 – 13.000 dengan beras harga 13.000 adalah beras kualitas baik. Sekarang, harga beras berkisar 15.000 – 18.000. harga 18.000 pun bukan kualitas baik, kualitas sedang.

Kondisi ini tentu berefek keluhan pada mahasiswa, terutama anak kos. Bahkan, beberapa kos terpaksa menangguhkan pembelian beras, selain mahal memang di warung-warung sedang kosong. Beras sulit di dapat, juga kantong menipis. Anak kos terpaksa makan diluar. Seperti biasa, makanan kenegaraan mahasiswa : lontong atau nasi goreng. Untunglah harga kedua jenis makanan tersebut tidak ikut-ikutan meroket.

Meskipun harga melangit, ada juga yang berpendapat, karena itu adalah kebutuhan pokon, maka meskipun mahal, tetap akan dibeli juga.

Yah..semoga kelangkaan dan melangitnya harga beras ini tidak bertahan lama. Dan segera stabil kondisinya. Meski tidak sedikit yang mengkhawatirkan jika seandainya kondisi sudah stabil, biasanya harga barang (beras) tidak turun juga. Hmm…



Tulisan ini dibuat disela-sela ujian Fisika Zat Padat. Sambil nunggu wangsit, nulis2 perasaan. Waktu itu pas banget, perut sedang bernyanyi, keroncong

Post a Comment for " "

Berlangganan via Email