Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mahasiswa Menyongsong Tantangan Hidup

-->
Tantangan hidup yang semakin kompleks menuntut sesrorang untuk mempersiapkan dirinya sedemikian rupa untuk mampu menghadapi tantangan yang ditemuinya. Pun begitu halnya dengan mahasiswa. Seorang mahasiswa tidak akan selamaya di kampus. Dalam beberapa kurun waktu  masa kuliah yang diperbolehkan. Dan pasca kampus, mahasiwa akan dihadapkan pada kehidupan yang boleh jadi tidak ia temui di kampus. Oleh karena itu, sedini mungkin mahasiwa mempersiapkan dirinya membangun kapasitas, mengumpulkan bekal sedemikian rupa untuk kemudian hari akan ia butuhkan pada saat kembali ke masyarakat. Setidaknyaada 3 persiapan yang seharusnya disiapkan dengan baik oleh mahasiswa.
Pertama, Kesiapan Pemikiran. Kampus layaknya sebuah sekolah adalah tempat mahasiswa mengumpulkan ilmu. Ilmu yang didapat di dalam perkuliahan merupakan bekal pengetahuan yang kelak akan berguna dalam membantu memecahkan masalah yang ditemui dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam kehidupan bermasyrakat, akan ditemui pemasalahan-pemasalahan dan tantangan yang boleh jadi berbeda dengan yang ditemui oleh mahasiswa di kampus. Tentu hal ini disesuaikan dengan perilaku dan sikap mental mahasiswa dalam memandang ilmu yang ia dapat waktu kuliah. Apakah ilmu yang didapat di kampus adalah sekedar teori atau dogma yang hanya dibaca dan dihafal, ataukah itu merupakan asupan pemikiran yang akan semakin menambah keamatangan dalam pemikirannya. Masyarat kampus dengan kondisi pengetahuan dan pemikiran yang relatif homogen, adalah latihan bagi mahasiwa dalam mematangkan bekal pemikirannya yang kelak akan bertemu dengan masyarakat dengan kondisi pengetahuan dan pemikiran yang lebih heterogen.
Selagi di kampus, cari sebanyak mungkin ilmu yang ada. Karena kita tidak dapat mempredisksi secara tepat kemana kita pasca kuliah kelak, justru melakukan sebaya mungkin aktivitas, mengumpulkan sebanyak mungkin ilmu. Sebagai antisipasi jika kelak ternyata jalan hidup kita tidak sesuai dengan yang kita siapkan. Dalam hal pekerjaan misalnya, ada seorang dokter yang ternyata lebih sukses jadi penulis, ahli ekonomi yang mahir dalam hal pengembangan sumber daya manusia, atau seorang wartawan yang ternyata pada saat kuliahnya ia berasal dari fakultas peternakan.
Kedua, Kesiapan Psikologis. Seoang mahasiswa hendaknya mengetahui konsep dirinya yang jelas. Ancaman peluang potensi. Mengetahui kekurangan dan kelebihan diri agar mampu membawakan diri. Mengetahui hambatan dan potensi diri.  Sikap realistis ini dapat dibangun hanya jika mengetahui diri sendiri dengan baik. Dan dalam kehidupan kampus, biasanya ada latihan dalam mematangkan kondisi psikologis diri seorang mahasiswa, diantaranya adalah pressure akan padatnya jam kuliah (ujian, praktikum), konflik antar sesama mahasiswa, dan keharusan memahami oranglain. Terlebih bagi mereka yang aktif organisasi yang banyak mengalami dan menemui dinamika organisasi. Kadang hal-hal tersebut terasa berat bagi mahasiswa. Padahal,  justru adanya permasalahan dan tantangan di kampus, adalah moment mematangkan diri.
Masa-masa di kampus adalah latihan untuk menghadapi kehidupan yang sesunguhnya. Terkadang rasanya terlalu banyak kita mengeluarkan waktu, tenaga dan pikiran utuk menghadapi itu semua. Untuk memikirkan sesuatu yang rasanya tidak kita butuhkan. Namun sesungguhnya segala permasalahan dan tantangan yang kita temui, merupakan proses-proses yang mendewasakan dii kita. Dan jika kita mampu mengatasinya, diri kita akan memiliki kesiapan mental-psikologis yang lebih kuat. Akumulasi kesiapan psikologis itu yang nantinya akan membawa kita untuk kuat.

Post a Comment for "Mahasiswa Menyongsong Tantangan Hidup"

Berlangganan via Email