Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Rupa-rupa Ikhwah



Hidayah, dalam Al Quran sering diartikan sebagai petunjuk. Tapi di dunia kehidupan saya, sering kali hidayah diartikan sebagai perubahan menjadi baik. Atau perubahan diri seseorang yang menjadi baik. Saat cahaya iman merasuki jiwa, maka diri seseorang akan menjadi baik. Perubahannya terlihat pada tingkah lakunya. Itu adalah buah keimanan dari diri seseorang.


Yang dulunya melakukan kemaksiatan, sekarang tidak lagi
Misalnya yang dulunya pacaran, sekarang tidak lagi
Dulunya merokok, sekarang berhenti
Dulu kenal miras, sekarng anti

Yang dulunya tidak melakukan kebaikan/ibadah, sekarang melakukan kebaikan/ibadah
Misalnya dulu tidak shalat atau shalatnya bolong-bolong menjadi shalat rutin
Dulunya jarang membaca Al Quran sekarang rajin tilawah
Dulunya tidak pernah shalat malam, sekarang sudah mendirikannya
Dulu anti mendengarkan ceramah, sekarang damai jika mendengarkan tausiyah


Syetan tidak begitu saja melepaskan manusia. Saat hidayah telah datang pada manusia, dia akan selalu berusaha menggoda lagi. Untuk bisa mengembalikan manusia pada kesesatan lagi.

Ada banyak tipe orang dalam mendapatkan dan mempertahankan hidayah yang datang padanya
  1. Grafik Naik
·         Ikhwan yang grafik keimanan dan kebaikannya stabil naik menuju ke atas.
·         Dia yang selalu menang untuk mempertahankan hidayahnya.
·         Dia diuji lagi dengan syahwat, mampu mengatasinya.
·         Tak ada lagi dekat-dekat dengan yang namanya perempuan. Rokok tak lagi disentuhnya.

  1. Grafik Naik-Turun
·         Amal dan maksiat silih berganti mendatangi. Tapi dia menyambuti.
·         Dia masih juga mengenang masa lalunya.
·         Masih suka kenal dan dekat dengan cewek
·         Kadang dia jatuh lagi ke dalam kemaksiatan. Keimanannya turun
·         Lain waktu, keimanannya naik
·         Walaupun dia ikhwan atau akhwat, masih juga pacaran
·         Masih sms-an dengan bukan mahramnya

  1. Grafik turun
·         Pernah sekali dapat hidayah, tapi dia tak mampu menggenggam lagi.
·         Sekali ikut pengajian (liqo) kemudian kabur hilang lagi
·         Sekali jadi ikhwan/akhwat, kabur tak kembali
·         Pernah ikut dalam lingkaran kebaikan, kemudian keluar tak bergabung lagi

Begitulah rupa-rupa ikhwah yang tercetak dan ada selama ini. Dimanakah posisi kita? Kita yang tahu, dengan diri kita. Rasakan dan tetapkan. Alhamdulillah jika masuk dalam kelompok no 1. 

Mari berjuang, untuk selalu memperbaiki diri. Jika kita termasuk kelompok no 2

Mari bangkit, dan berubah. Dengan perubahan total jika kita masuk dalam kelompok 3. Mari berjuang untuk menjadi kaffah dalam keislaman kita.


oleh Supadilah

Post a Comment for "Rupa-rupa Ikhwah"

Berlangganan via Email