Bersyukur kami kepada Allah atas karunia sekaligus amanah-Nya berupa jundi kecil. Dia-lah permata dalam keluarga kami. Kerap suasana keluarga menjadi indah karenanya. Semakin hari usianya semakin bertambah. Tentu saja kami berharap perkembangan-perkembangan pada anak seusia Jundi pun ada padanya.
Alhamdulillah sudah tampak maju dan bertambah perkembangannya. Setidaknya ada 2 hal yang kami catat. Pertama, Jundi sudah menirukan salat kami. Dia sudah tahu dan ikut-ikutan sujud saat kami sujud. Berarti kami tidak khusyuk dong saat salat? Karena tahu kalau Jundi sujud juga. J . jundi pun tahu gerakan takbir. Diluar salat, ketika kami bilang allahu akbar nya gimana dek..maka dia menganggat kedua tangannya hingga ke telinga. Dilain waktu saat saat ajak dia ke mushola untuk salat maghrib, disaat orang salat pun dia mengikuti gerakan salat. Walaupun tidak berada dalam shaf jamaah melainkan di depannya, dia kerap sibuk sendiri dengan gerakan salatnya. Misalnya ketika imam sedang membaca Al Fatihah, Jundi malah takbir. Ketika kami bangkit dari sujud, Jundi berulang kali sujud. Ini disadari oleh anak-anak lain yang juga senang bermain dengan Jundi. Seusai melakukan salat ada anak yang lapor ke saya ‘Pak..Jundi ikut salat lho tadi’. Atau anak lain yang melapor ke ibunya, ‘Ma, Jundi tadi salat lho’. ‘Ikut salat?wah..udah bisa ya..’ Dan saya mendengarkanya dengan jelas.
            Memang Jundi baru belajar melakukan beberapa gerakan salat. Belum melakukan salat sebenarnya. Tapi hati kami begitu bahagia. Orang tua siapa yang tidak bahagia melihat anaknya melakukan bagian dari kegiatan-kegiatan yang bernilai ibadah? Satu hal yang menjadi pegangan kami kenapa Jundi bisa melakukan itu, adalah ungkapan tentang keteladanan. ‘1 keteladanan lebih berarti daripada 1000 perintah’. Ya. kami berusaha untuk memberi contoh kepada buah hati kami. Kami menjaga salat 5 waktu. Walau sering tidak diawal waktu. J. Namun tiada kami berani memberi perintah dan anjuran tanpa kami terlebih dahulu melakukannya. Alhasil, anak dengan mudah melakukan aktivitas kebaikan karena melihat orang tua. Jadi orang tua harus menjadi contoh terlebih dahulu.
Mudah-mudahan kebiasaan baik itu terus dilakukannya hingga dewasa bahkan semasa hidupnya. Aamiin.
Kedua, (bersambung)


 

0 Comments