Mendekati usia yang ke-2 tahun ini, Jundi identic dengan Indonesia. Kemana-mana ucapannya sering Indonesia. Ke siapa saja pun akan bilang Indonesia.
Awalnya adalah saat ada konser Palestina di Serang. Setiba dilokasi konser, banyak yang nawarin bendera. Ada dua bendera yaitu bendera Palestina dan bendera Indonesia. Saat itu Jundi kebagian bendera merah putih. Kepadanya saya bilang “Indonesia…indonesia!”. Bener toh..?
Sudah terpatri di dalam memorinya, kata Indonesia. Maka saat dia bosan dengan warna merah putih dan ketika bendera Palestina berganti dalam genggamannya, Jundi masih “Indonesia”.


Selama di lokasi konser itu Jundi berulang kali mengucapkan Indonesia. Saat melihat kibaran bendera dan bendera kertas.
Bahkan ketika dalam perjalanan pulang. Dengan menggenggam bendera Palestina, dia pun masih “Indonesia…”
Sampai beberapa hari kemudian. Bahkan minggu hingga bulan. Masih saja Jundi mengatakan Indonesia. Di rumah, di jalan, atau di sekolah. Pokoknya begitu melihat kibaran bendera, spanduk, umbul-umbul…dia akan mengatakan Indonesia.
Begitu cintanya dia pada Indonesia, sampai-sampai tidur pun harus ada Indonesia di sampingnya. Jundi pun menjadi ikon Indonesia.
Saat ke mushala, ada ibu-ibu yang memanggilnya,
“Hey..Jundi Indonesia”
Atau ketika berpapasan dengan tetangga sebelah
“Indonesia…”
Sebenarnya Jundi pun semakin terpengaruh dengan tayangan video lagu kebangsaan Indonesia Raya yang saya download-kan. Saya berpikiran alangkah bagusnya dia dikenalkan dengan lagu kebangsaan. Eh tau-nya malah dia semakin hafal dengan Indonesia.
Di usianya yang genap 2 tahun, terbata-bata dia bisa menyanyikan Indonesia Raya. Baik saya tuntun, atau dia melafalkan sendirian. J
Sempat diprotes oleh isteri saya. “Coba kalau yang diajarkan huruf hijaiyah” protesnya. Hanya senyum sebagai jawaban saya kala itu.

0 Comments