Puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak karunia-Nya kepada kami.
Ditambah kehadiran dan perkembangan anak yang membuat kebahagiaan kami berlapisDi usia 2 tahun 1 bulan,
Jundi semakin memperlihatkan perkembangan yang bagus. Adanya pertambahan-pertambahan lain yang dilakukannya.
Jundi sudah bisa menghitung 1 sampai 10 secara urut. Masyaallah. Berawal dari hitungan satu..dua..tiga... yang dulu diajarkan kami kepadanya. Tapi saat itu hanya kadang kala. Kemudian, ketika bulan ramadhan dimana saya masih sering ke sekolah, saya menyempatkan download video pembelajaran untuk anak. Salah satunya adalah belajar berhitung untuk balita.
Video itu mengenalkan kepada anak angka-angka. Dari 1 sampai 10. Video itulah yang sering dilihat Jundi. Dari kebiasaan itulah, Jundi akhirnya bisa melafalkan angka. Kebanyakan, proses belajar Jundi didampingi bunda-nya. Sekali lagi, karena saya masih wara-wiri ke sekolah.
Hingga suatu ketika, sepulangnya dari sekolah saya dilapori isteri, bahwa Jundi bisa melafalkan hitungan 1 sampai 10. Benar saja. Ketika di-stel video yang dimaksud, dengan semangat Jundi melafalkan hitungan, mengikuti video, tanpa melihat laptop!
Duh..senengnya....:). Tergemas-gemas saya dibuatnya.

Agar hafalan itu menguat dan tidak hilang, berkali-kali pada kesempatan tertentu saya ajak Jundi melafalkan hitungan.
Ketika melihat jam,
“jam mana mas..?”
“Itu...itu jam”
“Ada berap a jam..”
Maka mulailah Jundi menghitung...”Atu..dua..iga..mpat...mila..nam..cuju..apan..simban..supuluh...”. Hore....! Hore...!
Atau ketika berangkat ke mushala pada waktu maghrib atau isya atau salat tarawih. Ketika melewati taman mushala yang disana ada tanaman cabe-nya. Saya sering mengajak Jundi untuk ngobrol.
“Ini apa namanya, mas Jundi?” seraya tanganku menunjuk tanaman cabe.
“Abe..” jawab Jundi
“Ada berapa cabenya?” tanyaku.
Lagi, dengan semangat Jundi pun melafalkan angka 1 sampai 10. Tentu dengan ke’bisa’an lidahnya melafalkan. Dalam banyak kesempatan lain, saya selalu mengajak Jundi untuk berhitung. Agar tidak lupa dengan kemampuan hitungnya itu. Duh..umur segitu sudah bisa melakukan itu. Alhamdulillahirabbil ‘alamiin.
Tapi, tentu saja saya dan isteri tidak memaksakan anak kami untuk bisa. Kami hanya menyodorkan ‘hiburan’ dan permainan kepadanya. Kalau bisa ya Alhamdulillah, kalau tidak bisa ‘yo ora popo’. Sebab usia anak-anak memang harus diperbanyak bermain. Dan tidak memaksakan otaknya. J
Banten, 21 Juli 2016. Ruang Baru. Ada yang sedang masang sofa, menyapu lantai, megang kemoceng, dan berbicara tentang printer.

0 Comments