Penyambutan isteri atas kedatangan suami yang pulang kerja sangat penting. Sebab, bisa saja, suami dengan beragam masalah yang dihadapi  di kantornya. Banyak hal yang menguras tenaga dan pikirannya di tempat kerja. Capek, letih, lesu, dan habis tenaga. Ibarat handphone, kondisi baterainya sudah low bat.
Maka penyambutan isteri ibarat cash ulang baterai. Sambutan isteri hendaknya menjadi suntikan semangat yang hampir padam. Asupan nutrisi tenaga yang hampir habis. Penyambutan apa saja yang membuat suami berbinar dan terlecut kembali semangatnya?
Pertama, penampilan. Alangkah indahnya jika sang suami datang ke rumah di sambut dengan bidadari yang cantik, meneduhkan mata, dan menyenangkan hati. Bidadari yang mampu memukau pandangan mata suami. Sebagai seorang laki-laki, ini termasuk kebutuhan. Manusiawi-lah. Dan hati-hati, seharian tadi suami berada di luar rumah. Memandang dan berinteraksi banyak orang, termasuk wanita, yang ketika keluar pastilah tampil dengan kondisi terbaiknya. Suami melihat ‘pemandangan’ yang maksimal. Maka penyambutan isteri dengan tampilan maksimal dapat menetralisir dari apa yang diluaran dilihatnya. Usahakan sudah mandi. Merias diri. Pakai wangi-wangian. Berupaya menampilkan terbaik untuk sang suami. Meskipun sudah menjadi pasangan suami isteri, pasangan halal, perlu memberikan penyambutan yang luar biasa untuk orang yang telah berjibaku mencari nafkah keluarga.
Jangan pula penampilan terbaik isteri justru saat keluar rumah. Memakai pakaian terbaik jika ada acara di luar rumah.  Itu sama artinya dia berhias untuk orang lain. Sementara untuk suaminya tidak.
Kedua, ucapan sambutan. Kata-kata indah ibarat salju. Mendinginkan yang panas. Menyejukkan yang gerah. Memadamkan yang terbakar. Cees..terasa di hati ucapan penyambutan dari seorang isteri ketika suami masuki teras rumah. “Mas mau dibuatin apa? Mas kelihatan capek ya. Saya pijitin ya.. Sinikan sepatunya. Adek taruh simpan dulu ya..” Ohayo..langsung ilang deh segala capek yang baru saja menggelayuti.
Ketiga, menghidangkan makanan dan minuman. Selama diluar rumah, tentunya sang suami menghabiskan tenaga untuk pekerjaannya. Wajar jika semua daya terkuras habis. Tidak hanya untuk para suami yang bekerja dengan fisik yang menguras tenaga. Pun juga untuk suami yang kerjanya dominan dengan pikirannya. Itu juga meletihkan fisik yang tidak kalah hebat. Malah ada beberapa pendapat yang capek pikiran lebih terasa letih ketimbang capek tenaga. Makanan dan minuman yang dihidangkan dapat mengembalikan keletihan semua. Menyegarkan suami yang membanting tulang seharian itu.
Tawari suami. Meskipun lapar atau tidak, haus atau tidak. Bukan sekedar basa-basi, tapi upaya tulus dari seorang isteri. Memberikan penghormatan terbaik kepada orang yang menjadi sandarannya.
Selamat membuat suami terpesona dengan penyambutan terbaik. Selamat menjadi isteri yang hebat. Yang dirindukan oleh suami. Sang suami merasa pengen cepat pulang. (Bukan bolos ya). Selamat menjadi bidadari yang menguapkan segala keletihan suami.

0 Comments