Ketika Tere Liye Bicara Utang Indonesia. Mau apa dia?



Tere Liye, novelis terkenal itu ngomong tentang utang Indonesia. Bah! Apa ini? Apa dia bosen bermain di fiksi? Turut pula mikirin masalah negara.

Katanya, "Menurut data Kementerian Keuangan, utang pemerintah RI per akhir 2014 adalah Rp 2.605 Trilyun. 2,5 tahun berlalu, per akhir April 2017, utang Indonesia menjadi Rp 3.667 Trilyun.

Dalam waktu 2,5 tahun saja, utang Indonesia naik Rp 1.062 Trilyun. 40 tahun hanya jadi 2.605 Trilyun, cukup 2,5 tahun untuk membuatnya jadi 3.667 Trilyun."

Diluar semua maksudnya menulis ini, saya ingin memperjelas, kalau utang Indonesia sekarang ini Rp. 3.667.000.000.000.000. Trilyul itu kan angka 0 (nol) nya dua belas.

Dalam 2,5 tahun, berarti ini masa kepemimpinan Jokowi, utang Indonesia bertambah Rp. 1.062.000.000.000.000.

 Wow... Banyak bener ya utang kita ? Bukannya makin berkurang, eh malah nambah. Boro-boro lunas.

Kata Tere Liye pula, "Utang ini kelak akan dibayar oleh anak cucu kita"

Kemana saja utang itu dialokasinya? Untuk membiayai belanja negara. Diantaranya bayar gaji pejabat, anggota dewan, PNS, mengurus ribuan proyek, juga kades, lurah, yang menerima trilyunan uang desa.

Oh, berarti 1 M per kelurahan/desa, biayanya dari ngutang. Kalau memang itu adalah hasil utang, agak miris juga. Karena banyak pihak yang menganggap itu adalah keberhasilan pemerintah dalam mengalokasikan belanja negara.

Eh, ternyata  kepsek, guru, yang menerima BOS juga memanfaatkan utang itu. Waaah.....

Tere Liye lewat tulisannya, memberitahu kita jumlah utang negara. Selaligus pesan, agar jangan disunat atau dikorupsi itu dana. Aamiin

No comments for "Ketika Tere Liye Bicara Utang Indonesia. Mau apa dia? "