Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mendidik anak dengan Rileks dan Optimis (Bagian 1)

Anak yang tidak terpuaskan masa kanak-kanaknya, maka dia akan menjadi sosok dewasa yang kekanak-kanakan.

Ibu yang lebay, ayah yang abai, menghasilkan anak yang alay.

Mengembangkan bakat anak bukan mencarikan jalan aman untuk anak. Anak harus diajarkan untuk sukses, gagal, sukses dan gagal.

Orang tua harus tetap hadir mendampingi tumbuh kembang anak. Orang tua harus tenang, supaya anak tenang pula.

Kehadiran kita sangat penting sebagai bentuk pertanggungjawaban pendidikan anak. Jika kita abai, kita mendapatkan setimpal pula dengan keterlibatan. "Ya Rabb, sayangilah kedua orang tua sebagai mana mereka mendidikku di masa kecil". Mendidik, bukan menyayangi.

Mendidik Anak Di Realitas Alami

Realitanya hari ini, begitu banyak tantangan yang kita hadapi. Kenakalan remaja, tawuran pelajar, narkoba, pornografi, yang kian hari kian marak. Seakan ancaman begitu besar menanti di depan sana. Mendidik anak bukanlah memilihkan jalan aman untuknya yang tiada tantangan dan hambatan itu. Mendidik anak haruslah dihadapkan mereka pada tantangan yang mau tidak mau akan dia hadapi. Namun bukan berarti maju tanpa ilmu. Perang tanpa persiapan.

Post a Comment for "Mendidik anak dengan Rileks dan Optimis (Bagian 1)"

Berlangganan via Email