Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Waktu Ternyaman buat Menulis

Penulis profesional punya alokasi waktu untuk menulis. Bagi mereka, menulis adalah pekerjaan yang hebat. Sampai memilih kapan waktu terbaik untuk menulis.

Ada yang lebih senang menulis setelah subuh, setelah isya, atau di wajtu dhuha. Tergantung mood-nya.

Setelah mendapatkan waktu untuk menulis, berkomitmenlah dengan jadwal itu. Semua aktivitas hendaknya dihentikan saat datangnya jadwal tersebut. Tanpa kompromi.

Ada pula yang tidak memiliki jadwal khusus. Kapan sempatnya. Kapan punya waktu luang. Tapi menurut banyak orang, penulis seperti ini bukanlah menjadikan menulis sebagai pekerjaan tetapnya, dan tidak punya target atas tulisannya sebagai bagian dari sebuah buku atau novel. Istilahnya, penulis lepas.

Tentu, konsisten menulis sangat penting. Pekerjaan yang baik adalah yang dilakukan secara kontinu dan terjadwal. Namun hemat saya, menulis sangat baik dilakukan di waktu pagi. Mengingat di waktu itu suasana pikiran masih segar, badan bugar dan udara masih bersih.

Selain itu, waktu sesudah isya juga baik untuk menulis. Di waktu itu suasananya tenang, tidak bising. Udara malam yang dingin cukup bersahabat untuk melakukan aktivitas ini.

Saya sendiri lebih suka menulis di waktu malam, tepatnya sesudah isya itu. Waktunya lebih panjang hingga saatnya tidur. Di saat itu juga tiada beban memikirkan aktivitas yang akan dilakukan. Sehingga pikiran terasa ringan untuk beraktivitas.

Setiap orang tentu punya pandangan yang boleh berbeda. Satu waktu dirasa  nyaman bagi seseorang belum tentu dirasa nyaman bagi orang lain.

Post a Comment for "Waktu Ternyaman buat Menulis"

Berlangganan via Email