Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengajarkan Syariat Sejak Dini

"Ada halalnya nggak?" tanya Jundi yang saat ini 3,5 tahun dan sudsh pesan tempat di playgroup Al Qudwah ini seusai ambil es cream dari pendingin. Sebelum berangkat ke sekolah lagi untuk rapat, Jundi minta susu cokelat yang berubah minta jadi es cream.

Saya terkejut, sontak ingat istri. Ini kerjaan dia nih. Dulu pernah ngajak untuk membiasakan anak untuk mengecek label halal jika mau beli makanan. Dan siang ini, buah proyek itu mulai kelihatan. Dan seingat saya, saya belum sempat mengajarkannya, istri mungkin sudah.


"Ada dong.. Nih, yang bulat warna hijau ini..."

"Oh.. Ada to..."
Berangkatlah kami ke kasir, untuk bayar es cream itu seharga Rp. 4000.

Anak tidak akan salah mengcopy orang tuanya, begitu kata bu Septi. Apa yang ditanamkan pada anak dengan role model orang tua, itu pula yang akan tercetak pada anak.

Masalah syariat pun tidak salah jika diajarkan sejak kecil. Orang tua tidakbperlu pusing apakah anak paham dengan yang diomongkan atau tidak. Kasih tau saja, omongkan saja, dan obrolkan saja. Mungkin anak tidak paham maksud kita, tapi dia tetap melakukannya. Inilah pentingnya menunjukkan teladan baik. Teladan baik atau buruk akan diikuti anak. Maka, teladankan yang baik untuk anak kita.

Sejak kecil pula biasakan anak memilih makanan halal dan baik untuk tubuhnya. Bukan cuma rasanya tapi juga kandungan dalam makanan. Sekiranya baik, boleh untuk mengkonsumsi. Dan jika tidak baik, tega pun boleh untuk menolaknya. Demi kebaikan anak pula. 

Post a Comment for "Mengajarkan Syariat Sejak Dini"

Berlangganan via Email