Meski beberapa kali sempat mengikuti aksi-aksi kemanusiaan dan bela agama, baru kali ini ngajak anak ke aksi Palestina.

Rupanya banyak hikmah dan pelajaran penting dari mengajak buah hati ikuti kegiatan semacam ini.

Fungsi utamanya adalah fungsi edukasi, yaitu mendidik anak untuk juga memiliki solidaritas dan kepedulian kepada sesama. Jika itu aksi Palestina, supaya anak tumbuh rasa persahabatan dan persaudaraan dengan saudaranya di Palestina yang ditindas, disakiti dan dizolimi. Begitu pula jika itu aksi Rohingya misalnya.

Kepedulian itu juga menumbuhkan kesyukuran kepada Allah atas kehidupan anak yang jauh lebih Baik daripada yang dialami oleh mereka. Hal ini membuat anak harus benar-benar memanfaatkan dengan sebaik mungkin nikmat kehidupannya.

Kedua, fungsi silaturahmi. Dengan ikut aksi, anak dapat bertemu dengan teman-teman dari daerah lain dengan berbagai kondisi mereka. Beragam warna kulit, warna baju, kondisi ekonomi dan kondisi fisik mereka. Kemarin ada seorang anak penyandang disabilitas yang diajak ayahnya. Didorong dengan kereta bayi/anak. Melihatnya, diharapkan anak tumbuh semangat pengorbanannya, bahwa mereka yang kurang sempurna fisiknya saja semangat untuk aksi, apalagi kita yang sehat ini, harus lebih semangat lagi.

Begitu pula di sana, anak bertemu teman sepermainan di rumah dan teman sekelasnya yang juga ikut. Terjalinlah silaturahim antara mereka.

Tiga, fungsi rekreasi. Dengan ikut aksi, anak dan keluarga dapat sekaligus rekreasi ke banyak tempat. Seperti kemarin misalnya, dengan ikut aksi, anak saya sudah bisa mengunjungi Monumen Nasional (Monas) dimana ayahnya harus menunggu usia 30 tahun. Juga mengunjungi (depan) perpustakaan nasional, lihat ondel-ondel khas Betawi langsung, kawasan patung kuda, dan merasakan langsung kereta listrik atau Commuter Line.

Banyak yang sepakat bahwa melalui pengalaman langsung lebih efektif memberikan bekas yang tersimpan lama dalam memorinya.

0 Comments