Banyak Hal untuk Bisa Marah

Marah itu pekerjaan mudah. Banyak hal yang bisa kita jadikan alasan untuk marah. Tidak perlu hal yang besar, hal yang kecil pun bisa jadi alasan untuk marah. Tidak menunggu masalah rumit, masalah yang sepele pun bisa memantik marah kita.

Seperti pagi ini, saat saya pergi ke sebuah waralaba. Biasanya pukul 07.00 WIB waralaba tersebut sudah buka dan bahkan melayani pelanggan.

Tapi pagi itu ada sebuah pemandangan yang berbeda. Waralaba sedang tutup. Suasana di dalamnya gelap. Sepertinya listrik sedang mati. Ditambah, hanya terlihat satu pegawai.

(sebentar saya menyeruput kopi dulu, khawatir dingin)

Memang terlihat beberapa pelanggan yang kecewa. Ada yang balik kanan, ada yang bertahan menunggu.

Diantara yang menunggu, ada yang tidak sabar. Mengomel panjang pendek. Pegawai yang ada jadi sasaran.

Ini kenapa belum buka ya?

Pegawainya kemana ya?

Kok nggak segera diisi, biasanya kan ada bunyi kalau mau habis?

Manual dulu kan bisa?

Mungkin faktor ibu-ibu kali ya, yang sering tidak bisa untuk diam dan pengennya selalu mengomentari.

Tentu kelihatan antara memberi masukan dengan marah. Kentara.

Dan pagi itu, saya lihat pegawainya satu dua kali menjawab gerutuan sang ibu. Namun saya rasa itu Sedikit percuma. Dalam kondisi marah, apa pun alasan, sulit diterima. Jadi lebih baik diam dan angguk-angguk.

Marah itu mudah. Siapa pun bisa. Tapi tidak semua orang yang bisa sabar. (Duh.. Yang punya suami Sabar... )

Marah adalah pekerjaan orang biasa, sabar adalah pekerjaan orang luar biasa.

Dan sabar, adalah kata yang ringan diucap, tapi berat dilakukan. Suatu saat yang sabar bisa jadi marah. Ujian kesabaran itu sepanjang waktu, seumur hidup. Memiliki kesabaran, akan menuai pahala. Ingin punya pahala yang besar, ayo bersabar.

Lebak, 23 Maret 2018.

No comments for "Banyak Hal untuk Bisa Marah"