Saya mengamati film ninjago, sebuah film animasi mainan lego. Menceritakan kisah ninja anak-anak di ninjago kota  yang berjuang melawan kekejaman Garmadon, seorang tokoh yang ingin menaklukkan ninjago.


Dalam kelompok ninjago, ninja hijau terlihat paling menonjol dalam kepintaran, kepemimpinan, dan kekuatan. Kesannya, dialah pemimpin ninjago. Namanya Lloyd. Ternyata, Lloyd adalah anak Garmadon.

Saat bertarung, Garmadon belum menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan anaknya. Sampai kemudian Lloyd yang membuka identitasnya saat kalah dalam sebuah pertempuran. Ini dilakukannya sebagai protes kekecewaan atas tindakan ayahnya.

Garmadon tidak hentinya menginginkan untuk menguasai ninjago. Dia banyak merekrut pasukan dan komandan perang, bahkan merancang robot dan senjata yang tangguh untuk menaklukkan ninjago sekaligus melumpuhkan para ninja.

Tanpa sengaja, Llyod membangunkan sang monster yang membuat porak poranda ninjago. Dengan mudah, Garmadon melumpuhkan robot para ninja.

Seisi kota tahu,bahwa Llyod adalah anak Garmadon. Sang perusak, pengacau, dan penakhluk. Tidak enak jadi anak Garmadon. Di sekolah dikucilkan, di lingkungan dijauhi. Kecuali 4 orang ninja temannya dan Guru Wu, semua tidak ada yang tahu bahwa Llyod adalah ninja, adalah pembela dan penyelamat ninjago.

Dari keturunan sang perusak, bisa saja lahir anak yang baik. Ayah boleh bejat, anak bisa jadi penolong nama keluarga. Sosok yang santun, baik hati, dan penyelamat. Garis takdir memang tidak ada yang tahu.

Untuk kasus Llyod, peran seorang ibu sangat menentukan. Kenapa Llyod jadi baik? Tidak lain karena didikan sang ibu. Meski seorang ninja, ibu Llyod lebih memilih mengasingkan diri dari riuh kekuatan ninjanya. Dia fokus mendidik Llyod. Hingga akhirnya Llyod menjadi kebanggaan kota ninjago.

0 Comments