Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kehujanan



Hari itu aku ikut ayah ke sekolah. Biasanya siang sudah pulang. Tapi hari itu sampai sore. Langit mendung ketika aku dan ayah mulai menaiki motor. Lalu di tengah perjalanan mulai menetes air hujan rintik-rintik.

Tapi kami tidak berhenti. Karena memang hujan tidak begitu besar. Ayah tetap melakukan motor dengan kecepatan sedang.
Tidak ngebut meskipun terlihat akan hujan deras. Demi keselamatan dan kesehatan sebaiknya tidak ngebut.

"Ayah khawatir kamu masuk angin" kata ayah.

"Iya ayah.." jawabku.

Saat mengendarai motor, angin dengan bebas menerpa badan kita. Semakin kita ngebut, semakin besar pula angin menerpa kita. Karena itu, kita lebih baik mengendarai dengan kecepatan sedang. Tidak ngebut, tidak juga pelan.

Hujan belum deras setelah belasan menit kemudia. Ketika kami sampai rumah, ibu sudah menunggu. Kelihatannya cemas. Lalu ibu segera memintaku berganti pakaian yang kupakai karena agak basah. Ternyata, ibu sudah menyiapkan minuman hangat yang sangat kusuka.

"Segera habiskan minumannya, Nak. Supaya badanmu hangat.
 Jangan lupa baca basmalah" kata ibu.

"Terima kasih, Bu.." sahutku riang.

Post a Comment for "Kehujanan "

Berlangganan via Email