Mendokumentasikan Karya

Bagian yang tidak kalah penting dalam aktivitas literasi adalah mendokumentasikan. Supaya ada bukti/bekas dari aktivitas literasi kita. Jadi enak ketika ada yang nanya, mana tulisanmu?


Khusus menulis di koran, mendapatkan bukti penerbitan itu gampang-gampang susah. Gampang jika rumah/tempat kerja kita sudah langganan koran yang dimaksud. Kita bisa mengeceknya sambil tetap melakukan rutinitas kita.

Sedikit berpayah jika kita belum langganan koran. Saya pernah mengalaminya. Selain ke loper koran, saya harus pergi ke lembaga lain atau kantor sebuah partai untuk mengeceknya. Tentu saya tidak setiap hari ke loper koran, pertimbangan biaya. Sebab belum tentu satu dua kali cek (berarti satu dua hari) tulisan dimuat. Meski harga koran tidak begitu mahal, tapi cukup mengurangi jatah transportasi kerja atau jatah makan pula.

Kegiatan mendokumentasikan setidaknya ada 2 cara, mengkliping dan di media online. Keduanya punya kekuatan masing-masing.

Kliping supaya ada bukti cetaknya. Jangan lupa menyertakan tanggal penerbitan dan identitas koran.

Menyimpan di media online sebagai jejak digital memiliki banyak efisiensi. Untuk pencairan honor, dqn pengecekan yang lebih mudah lagi cepat.

Konsistensi sangat membutuhkan tenaga ekstra. Biasanya, kalau masih sedikit memang lebih mudah dan masih semangat mengkliping. Tapi kalau sudah banyak, kadang malas dan menunda-nunda mengklipingnya. Koran disimpan, eh lama-lama lupa nyimpan dimana. Akhirnya nggak ketemu. Jadi, jangan malas untuk mengkliping.

*Menulislah. Supaya orang di masa depan tahu bahwa kau pernah hidup di masa lalu. Ustadz Abdul Somad.*

No comments for "Mendokumentasikan Karya"