Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Fanatik atau Bukan?



Hampir dalam setiap hal yang berlebihan itu tidak baik. Contoh, makan duren. Enak rasanya, jika makan sepantasnya. Tapi kalau berlebihan, efeknya kolesterol dan darah tinggi.

Aktifitas yang menunjukkan fanatik pun bisa terlihat. Seperti halnya ngopi. Ada lho orang yang fanatik dengan kopi.

Contohnya, seseorang yang hanya mau ngopi merk tertentu atau dengan proses tertentu.

Tetangga saya, hanya mau ngopi kalau bikinan sendiri. Bijih kopi tumbuk sendiri, goreng sendiri. Lebih terasa, dan aseli. Begitu katanya.

Ada lagi, seseorang yang fanatik dengan kopi pahit. Tidak mau dibuatkan, kecuali tanpa gula.

Mungkin bagi sebagian orang, mereka mensyaratkan beberapa hal untuk menikmati kopi. Termasuk pemilihan tempat. Mereka lebih memilih ngopi di tempat-tempat tertentu.

Saya tidak terlalu pusing dengan ngopi. Kopi racikan oke, numbuk sendiri juga hayu. Ketimbang ngopi di tempat berkelas yang pasti mahal harganya, saya lebih suka ngopi di tempat sederhana. Selain harganya murah, saya punya agenda supaya jualannya laku.

Post a Comment for "Fanatik atau Bukan? "

Berlangganan via Email