Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

"Perayaan Kecil" Honor Menulis



Salah satu kebahagiaan dari menulis adalah saat mendapat honor. Yah, menulis ada honornya. Meskipun nominal tidak cukup membuat kata, namun tetap memberikan sunggingan senyum untuk penulisnya.

Meskipun untuk mendapatkannya tidak mudah, meskipun sudah terbit di koran, sebab kebanyakan surat kabar tidak langsung memberikan honor kepada penulis, dengan berbagai pertimbangan. Malah ada beberapa syarat yang kesannya tidak memberikan kemudahan bagi penulis.

Seperti,
 hanya bisa dicairkan sesudah satu bulan, maksimal tiga bulan sesudah terbit.

Jadi belum bisa diambil sebelum satu bulan, kalau sudah lewat tiga bulan, hangus.

Atau peraturan lain, bahwa honor hanya bisa diambil ke kantor. Bukan ditransfer. Nah, bagi penulis harus berjuang untuk mendatangi redaksi. Lumayan kalau jaraknya dekat, kalau jauh, tentu luar biasa perjuangannya.

Ringkasnya, jika honor sudah ditangan, kelelahan berkurang jauh. Bahagia. Menikmati hasil keringat sendiri, lebih terasa bermakna. Saya biasa membuat perayaan kecil saat selesai mengambil honor. Seperti membeli makanan, minuman atau lainnya. Seperti hari ini, setelah selesai mengambil honor ditemani anak sulung saya, Jundi, pulangnya mampir ke rumah makan Padang, beli es buah, dan susu kotak. Sekadar menyenangkan diri dan keluarga. Jumlahnya cukuplah. Makin terasa banyak ketika disyukuri. Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah...


Post a Comment for ""Perayaan Kecil" Honor Menulis"

Berlangganan via Email