Teladan Dari Patwal Wakil MPR RI Rajin Puasa Senin-Kamis


Disela-sela seminar yang diisi oleh wakil ketua MPR, saya tiba-tiba ingin menyapa patwal (patroli dan pengawal).

Ketika saya basa basi nawarin kopi, dia bilang sedang shaum (puasa). Cling! Seketika terlintas dalam benak saya, ini bahan tulisan yang keren. Tak berhenti di sana, saya kemudian lanjutkan 'wawancara'.

Nama polisi itu Pak Wahyu. Sudah lima tahun bekerja dengan pak Hidayat Nur Wahid (HNW). Sudah tak terhitung, berapa kali dia mengawal HNW. Sering, katanya. Kalau di Banten, paling jauh ke
Malingping.

Banyak suka. Senengnya banyak.  Nggak ada dukanya. Agak repot kalau pas hujan. Selain itu, aman-aman saja.

Bapak yang juga bertugas di Mako ini mengatakan, kerja dengan bapak
banyak belajar. Banyak ikhlas.

"Bapak itu jika di kantor menjadi atasan, diluar itu sudah seperti orang tua sendiri.
Berkesan diluar rumah, pengganti orang tua."

Yang juga diingat dari bapak, kalau sedang di perjalanan, tidak pernah tinggal salat lima waktu.
Ketemu masjid berhenti."

Pak Wahyu ini tertangkap basah sedang shaum Senin Kamis. Saat yang lain sedang mencicipi hidangan atau snack, dia tidak nimbrung.

"Saya rutin puasa Senin-Kamis. Apalagi kalau sedang di jalan. Pengawalan seperti ini. Enak dibawa puasanya. Tahu-tahu pulang sudah sore."

(Padahal, kalau di jalan 'kan ada makan-makan, nggak ikut dong. Atau pas disuguhi makanan khas daerah tertentu, juga nggak ikut makan. Aih, makanan aja yang dipikirkan.)

Pak Wahyu ini juga rajin puasa, dari kecil. "Sejak umur 5 tahun sudah puasa ramadhan, sampai sekarang, nggak pernah tinggal satu hari pun."

Dulu, waktu puasa libur sekolah, dipakai mondok di pesantren. "Pernah juga mondok di Cipanas, Lebak. Tapi berhenti, belum sampai selesai"

Terima kasih pak Wahyu, kebiasaan puasa Sunnahnya menyentil kami yang guru SIT ini, yang jatuh bangun membiasakan puasa Senin-Kamis.

Supadilah. Yang berkesempatan setengah jam nongkrong bersama patwal.

No comments for "Teladan Dari Patwal Wakil MPR RI Rajin Puasa Senin-Kamis"