Banyak orang yang mengaku telah bekerja puluhan tahun padahal tidak lain aktivitasnya mengulang pekerjaan di hari pertamanya masuk. Pergantian hari sebagai hari baru bukan hanya tentang pergantian nama hari tetapi mengisinya dengan sebuah kreativitas baru, kesukaan baru, dan cerita baru.

Buku ini memberikan banyak motivasi agar mampu lebih memaknai pekerjaan kita sehingga menghadirkan kesuksesan. Banyak cara yang bisa dilakukan. Misalnya dengan menghadirkan hari baru. Caranya yaitu dengan mengambil waktu berangkat yang berbeda, melewati jalan yang berbeda atau mengambil modal transformasi berbeda supaya melihat sesuatu yang berbeda dari yang biasa dilihat.

Ada beberapa sikap apa yang perlu dikembangkan yang dapat mendukung kesuksesan hidup. Diantaranya adalah bekerja dengan hati. Cirinya, tidak mudah mengeluh atas ketidaksempurnaan atau tidak nyaman dalam bekerja, tidak terlalu berhitung dengan tenaga dan waktu yang dicurahkan untuk pekerjaan. Dengan bekerja dengan hati akan mendatangkan penghargaan yang tinggi dari orang lain daripada orang yang bekerja seadanya.

Dalam hidup kita, seringkali persepsi orang menjadi batu sandungan untuk menjadi sukses. Menyerahlah dengan keadaan. Begitu kata orang. Seperti halnya, seekor kodok yang tidak akan mungkin menjadi kerbau, sebagai mana cerita dongeng-dongeng orang tua tempo dulu.

Padahal, banyak cara untuk bisa mengubah ‘kodok’ menjadi ‘kerbau’.  Contohnya sudah banyak. Orang-orang Hebat seperti Chairul Tanjung, Dahlan Iskan, Tukul Arwana, hingga Barrack Obama yang tidak terpandang sejak lahir adalah pembuktian bahwa ‘kodok’ bisa menjadi kerbau. Mereka berangkat dari bukan siapa-siapa menjadi orang yang layak diperhitungkan.

Buku ini memberikan kiat-kiat  bagi ‘kodok' supaya bisa menjadi 'kerbau'. Ada tiga kiat utama. Bagian pertama tentang engenali kekuatan diri, bagian kedua mengembangkan sikap, dan bagian ketiga membangun jejaring.

Cara kita memandang sesuatu sangat berkorelasi dengan kondisi kita. Nasib seseorang banyak ditentukan oleh caranya memandang sebuah fenomena (hal 8). Orang yang lebih melihat kesempatan daripada masalah, fokus pada kekuatan daripada kelemahan, dan melakukan apa yang dikerjakan daripada menyesali apa yang tidak bisa dikerjakannya, berpeluang lebih besar untuk meraih kesuksesan.

Mencari cara agar semangat kerja tetap terjaga sangat penting. Survei Gallup pada 230 ribu karyawan penuh waktu dan paruh waktu di 142 negara menemukan bahwa hanya 13 % tenaga kerja yang merasa terlibat dan mempunyai passion pada apa yang mereka kerjakan dan berkontribusi maksimal memajukan organisasi. Sisanya, 63% merasa cukup mengeluarkan energi seperlunya tidak perlu ngoyo. Sedangkan 24 % lagi bahkan membenci apa yang mereka kerjakan.

Berpikir bertindak dan berucap baik membantu kontruksi diri. Segalanya memiliki dampak bagi diri kita dan orang lain. Perlakuan baik bersumber dari pikiran baik, begitu juga ucapan buruk berawal dari pikiran yang buruk. Tujuan yang baik bisa tak tercapai optimal jika cara yang dipakai untuk meraih tujuan itu bukan cara yang baik (hal 93). Dahulukan berpikir dulu, baru bicara atau melakukan sesuatu. Sebab apa yang sudah salah diucapkan atau dilakukan seringkali tak mudah diperbaiki.

Hidup semakin dinamis. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan. Ibaratnya kita sedang mencoba bertahan diatas papan selancar. Berusaha kita terus bisa berselancar di atas ombak tanpa tergulung atau jatuh dimakan ombak.

Meskipun kita adalah seorang karyawan sangat perlu untuk mengupdate diri dengan inovasi terus menerus. Kolam yang airnya tidak bergerak, tidak mengalir, airnya akan keruh dan tidak kelihatan apapun yang ada di dalamnya. Membangun jejaring sangat mendukung meningkatkan kemampuan kita dalam menciptakan kebaruan. Seseorang juga harus aktif mencari melihat dan menciptakan kesempatan untuk dirinya sendiri.

Kesempatan bisa datang dari mana pun dan sekecil apapun. hanya saja dibutuhkan kejelian dan ketelitian untuk melihat kesempatan dan memanfaatkan sebagai jalan hidup menuju kesuksesan. 


Judul               : Kodok Pun Bisa Jadi Kerbau

Penulis             : Agung Adiprasetyo

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan           : 2019
Tebal               : xii + 206 halaman
ISBN               : 978-602-06-2210-1
 


0 Comments