Misteri Dentuman Dini Hari

Di tengah hiruk pikuk wabah Coronavirus disease (Covid-19) yang melanda dunia juga negeri kita, ada sedikit peristiwa yang menyita perhatian.

Gunung Anak Krakatau erupsi pada Jumat, 10 April 2020 pukul 21.48 WIB. Apa itu erupsi?

Erupsi itu keluarnya magma dari perut gunung. Erupsi bisa terjadi disertai ledakan bisa juga tanpa ledakan.


Dari berbagai informasi menyebutkan bahwa tinggi kolom abu teramati ± 200 m di atas puncak (± 357 m di atas permukaan laut).


 Sumber foto: www.kompas.com

Nah, kemarin itu, selain erupsi yang menjadi perhatian, ada peristiwa lain yang tidak kalah menjadi perbincangan yaitu terdengarnya dentuman.

Ramai orang mendengar dentuman yang terdengar di beberapa tempat di Jakarta dan Bogor.

Ada beberapa teori tentang dentuman yang hingga kini belum diketahui secara pasti sumber dentumannya.

Teori pertama, dentuman berasal dari gunung Anak Krakatau. Sebab, saat itu gunung Anak Krakatau memang sedang erupsi. Jadi, erupsinya membawa dentuman.

Namun, dari pos pemantauan gunung Anak Krakatau, petugas tidak melihat (atau harusnya mendengar) adanya dentuman. Getaran akibat erupsi tercatat, namun dentuman ini tidak terlihat. Jadi, apa?

Teori kedua, fenomena Skyquake. Dentuman ini diperkirakan dari petir atau benda langit yang bergesekan di udara sehingga menimbulkan bunyi atau dentuman yang besar.

Namun, teori kedua teori itu juga kurang bukti yang kuat. Tidak ada benda yang melintas di langit yang bisa mengaminkan teori ini. Bahkan hanya ada satu pesawat yang melintas dalam rentang waktu tersebut.

Sementara, jika dentuman itu disebabkan jatuhnya benda langit seperti meteor, akan lebih sulit lagi. Sebab, tidak ada yang melaporkan tentang jatuhnya meteor. Juga, kalau meteor jatuh pasti akan punya dampak di bumi.

Kalau jatuh di laut, akan menyebabkan gelombang bahkan tsunami. Kalau jatuhnya di darat, akan membuat kerusakan di bumi.

Jadi, sangat kecil kemungkinan kebenaran dari teori kedua ini.

Teori ketiga, teori longsoran terutama longsoran bawah permukaan. Bumi terdiri dari banyak lapisan. Bisa jadi lapisan bumi di bagian bawah rapuh dan longsoran. Lalu batuan di atasnya runtuh pula. Dan ini menimbulkan bunyi dentuman.

Di luar semua teori, ilmu pengetahuan harus dibuktikan. Nah, sampai saat ini belum ada pembuktian atas kebenaran teori di atas. Jadi, kita tunggu saja.

Fenomena dentuman ini sekaligus mengajarkan kita bahwa manusia berikut kecanggihan teknologi punya kekurangan dan keterbatasannya. Semoga hal ini tidak membuat kita menjadi sok pintar. Belajar, belajar dan belajar lagi.

No comments for "Misteri Dentuman Dini Hari"

Berlangganan via Email