Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Belajar Pada Masa Pandemi Harus Bahagia


Apa yang paling dikhawatirkan pada pembelajaran di masa pandemi? Bukanlah tidak paham dengan materi yang diajarkan. Bukan pula tidak selesai materi-materi yang harusnya diajarkan. Bukan juga ujian yang bakal membingungkan sebab akan menjawab apa di kertas ujian. 


Namun, kebosanan yang melanda sebab enam bulan berada di rumah. Yang akan membawa pada gangguan psikologis anak. Nyaman saja kalau hanya sebentar di rumah. Tapi kalau itu dialami dalam waktu lama? Bosan tentunya.


Wajar sih kalau bosan. Melakukan sesuatu dalam waktu lama pastinya membuat jenuh. 


Inilah yang perlu diwaspadai oleh para orang tua dan guru. Ancaman stress. Maka, ketimbang pusing dengan ketercapaian kompetensi dan paham atau tidaknya anak terhadap pembelajaran, menjaga kebahagiaan anak jauh lebih penting. 


Berikut upaya yang bisa dilakukan untuk membuat anak tetap bahagia. 


Yakinkan pada anak bahwa semua orang terimbas akibat pandemi ini. Bukan hanya satu dua orang yang mengalami kebosanan. Tapi hampir semua orang. Dengan begitu, diharapkan anak tidak merasa sendiri. Kalau oranglain bisa melewati ujian ini maka dia pun harus bisa.


Utamakan rasa bahagia. Yakinkan bahwa orang tua tidak menuntut banyak hal. Cukup berharap anak sehat dan bahagia saja. Tidak usah menuntut paham dengan pembelajaran. 

Ini cukup beralasan. Jangankan anak-anak, orang dewasa pun banyak yang sudah bosan dengan kondisi ini. Yang di rumah pun ingin segera masuk kantor lagi.

Orangtua masih mending. Kadang ada aktivitas yang mengharuskan dia keluar rumah. Jadi ada kesempatan untuk refreshing.  

Kesehatan dan terhindar dari sakit lebih penting. Aktivitas apapun harus membuat anak bahagia. Kalau tidak membuat bahagia, tinggalkan aktivitas itu. 


Hargai proses. Anak ikut belajar saja sudah cukup. Tidak harus membebani dengan banyak target. Dampingi anak saat belajar. Sehingga dia merasa dia tidak sendiri. Dan jika saat belajar menemui kesulitan, orang tua bisa membantu.


 Batasi tontonan di televisi dan media sosial. Sebab saat ini pastinya tayangan di sana tidak jauh dari pemberitaan Covid-19. Bisa jadi pemberitaan negatif akan mempengaruhi kondisi psikologis kita. Hindarkan dari pengaruh buruk yang terjadi dari tontonan itu.

Jadilah panutan dalam menjaga kesehatan dan kebersihan. Tunjukkan lebih dulu orangtua yang paling menjaga tentang hal ini. Termasuk memakai protokol kesehatan jika keluar rumah. Niscaya anak akan mengikuti orangtua.



Tumbuhkan empatinya. Cerita dan perlihatkan banyak orang yang lebih terdampak dan menderita. Dengan begitu, mudah-mudahan memunculkan rasa syukur karena masih lebih beruntung daripada mereka. Namun, tumbuhkan pula kepedulian. Bantu jika mampu. Asah empatinya. Bantu dia mendapatkan kesempatan untuk berbuat baik pada sesama.


Post a Comment for "Belajar Pada Masa Pandemi Harus Bahagia"

Berlangganan via Email