Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berbagi Pengalaman Membuat Anak Nggak Sabaran Ke Mushala

 


"Abi belum adzan kan ya?"
"Belum.  emang kenapa?"
"Adek mau ikut salat?"
"Salat ke mana?"
"Salat ke mushola."
"Oh iya ya. Tunggu adzan ya.."

Demikianlah percakapan antara saya dengan si bungsu saya yaitu Firas umur 3 tahun.

Si bungsu seneng banget ke musala. Kalau belum azan makan dia nunggu-nunggu azan.  Dan kalau udah terdengar adzan maka pengen cepet-cepet ke mushola.

Walaupun di musala juga entah ngapain.  Katanya sih ikut ke mushola tapi di sana malah enggak salat. Dia malah main dengan teman-temannya.

Nggak jarang juga bawa mainan ke mushola.  Ya beberapa kali saya membolehkan anak-anak bawa mainan ke mushola. Entah itu lego, pesawat, tembak-tembakan, atau bahkan sekedar satu biji lego saja. Yang penting bawa sesuatu gitu.

Intinya adalah bahwa mainan. Tapi beberapa kali juga saya larang anak-anak bawa mainan terutama di saat Maghrib atau Isya yang biasanya rame anak-anak. Takutnya malah ngajak anak-anak lain buat mainan.  Kan jadinya makin ribut.

Alhamdulillah, dua anak saya emang saat ini rajin ke mushola. Bahkan enggak cukup lima waktu ke mushola. Bukan waktu salat pun  pengen ke mushola! Paling buat nyari temen main.

Kalau di rumah, mainnya sama Abi dan bundanya aja. Kalau di mushola kan bisa ketemu banyak temennya. Baik teman seumuran atau di atasnya.



Si bungsu itu kadang kalau ke mushola maunya bawa sepeda. Padahal kan belum bisa pakai sepeda. Jadi, sepeda lungsuran dari kakaknya itu didorong-dorong. Malah udah kayak anak gede aja, sepedanya dikasih bunyi-bunyian di bannya. Biasanya pakai bekas botol mineral. Jadi suaranya udah kayak motor gitu kali rasanya.

Warisan dari Ramadhan.

Selain senang ke mushola karena banyak teman-temannya, anak-anak rajin ke mushola karena warisan dari romadhon. Yup, romadhon dulu anak-anak suka ke mushola untuk salat tarawih atau salat wajib

Rupanya kebiasaan itu kebawa sampai selesai Ramadhan.  Hampir tiap 5 waktu salat pengennya ke mushola, termasuk salat subuh. Terutama si sulung yang saat ini umur 6 tahun

"Abi besok bangunin ya buat salat subuh."
"Iya insyaallah."
"Jangan lupa ya. Nanti bangunin mas Jundi."
"Gimana banguninnya?"
"Mukanya diusap-usap. Badannya digoncang goncang gitu."
"Ya insya Allah. Tapi bangunnya jangan susah ya."
"Iya Abi."
"Kalau susah bangunnya nanti Abi tinggal aja ya. Nanti Mas Jundi salatnya pas bangun aja. Shalat di rumah."
"Iya, Abi."

Si sulung sering banget berpesan minta dibangunkan untuk salat subuh. Kadang gampang dibangunin, selebihnya susah.  Kalau malam dia tidurnya lama, biasanya subuh susah dibangunin. Tapi kalau boboknya cepet maka subuh gampang di bangunin.

Saya juga lihat waktu. Kalau sekiranya udah mepet subuh, takut masbuk, biasanya mas Jundi ditinggal. Sering dia protes. Bahkan marah. Ngambek. Kadang sampai nangis segala. Dilema sih. Kalau sampai mas Jundi bangun, saya bakal telat.

Kalau istri mah bilang ya di bangunin aja. Sekalian ngajarin dan ngajakin anak shalat subuh.  Tapi kan kalau harus membangunkan biasanya lama. Bikin saya sering telat. Akhirnya saya tinggal aja.

Semangat ngajak anak ke mushola tidak lain adalah untuk pembiasaan agar anak-anak terbiasa ke mushola dan mudah-mudahan kebawa sampai besar dan tuanya.

Namanya sebuah kebiasaan saat baik tentu enggak serta merta bisa dibentuk. Tapi perlu ada pembiasaan sejak kecil. Kayak lagu tempo dulu:
belajar diwaktu kecil bagai mengukir diatas batu, belajar di waktu besar bagai mengukir di atas air.

Demam sholawatan.


Pengalaman baca sari tilawah acara maulid nabi 

Sekarang ini, menjelang Maghrib biasanya sulung pingin cepet ke mushola. Pengen sholawatan seperti temen-temennya. Lagu favoritnya tentu saja lagu yang sedang populer saat ini ini yaitu allahul kafi.

Apalagi temen-temen di sekolah tahfidznya juga sedang demam allahul kafi tadi. Pas pulang ke rumah, ke bawa aja sholawatan ini.

Pertamanya cuma 1 atau 2 baris. Bahasa arabnya aja. Lama kelamaan dia satu dapat dua paragraf. Hafal luar kepala.

Udah nggak sabar kalau kedengaran ada yang puji-pujian di mushola. Buru-buru izin ke mushola. Tentu saja adiknya ikut.

Lagu lainnya ada juga. "Jamaah azan subuh aku terlelap tidur. Jamaah azan Zuhur aku sibuk bekerja. Jamaah azan Ashar..."(lupa lirik.)

Seneng aja kalau dengar anak-anak semangat sholawatan di mushola.  ketimbang mereka main HP atau keluyuran yang nggak jelas.

Kebiasaan baik anak-anak yang dilakukan sejak kecil ini semoga membawa mereka menjadi anak yang sholeh dan taat kepada agama. Aamiin.


2 comments for "Berbagi Pengalaman Membuat Anak Nggak Sabaran Ke Mushala"

Berlangganan via Email