Pernikahan merupakan hal yang sakral. Maka, kalau bisa dirame-ramekan. Meskipun kondisi pandemi Covid-19 melanda. Ya, meskipun kondisi yang cukup rumit; antara tidak menimbulkan kerumunan atau memeriahkan pernikahan. Tentu membuat bingung.

Jika memang tidak bisa dihindari, maka acara resepsi pernikahan itu harus benar-benar melaksanakan protokol kesehatan.

Inilah aktivitasku hari ini. Sebagai juru foto, meskipun pandemi, mau tak mau ambil orderan. Kalau tidak, tambahan pemasukan bulanan bisa kosong. Priuk bisa tak mengebul lagi.

Tapi aku tentu saja menerapkan protokol kesehatan yaitu dengan memakai masker dan mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer. Eh nggak cuma aku aja lho. Semua warga yang datang pun demikian juga; menerapkan protokol kesehatan.

Oh iya, daerahku ini belum termasuk zona merah atau orange. Jadi masih memungkinkan mengadakan kegiatan seperti ini. Tentu saja setelah mengurus izin dan diketahui aparat setempat.

Selain itu, saat melakukan tugas ini aku nggak boleh ngantuk. Kalau ngantuk, pelanggan bakal kecewa dengan hasil jepretanku. Nah, jangan sampai membuat kenangan seumur hidup ini berkurang maknanya ya.

Yuk jalani tugas dengan sebaik-baiknya, tanpa ngantuk, dan penuhi protokol kesehatan. 

#thepowerofkepepet
#pikir15menit
#nulis15menit
#kasihsayang
#Feb12AISEIWritingChallenge

2 Comments

Kata Pengunjung:

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post