Saya hendak menuliskan pengalaman saya hari ini dengan anak-anak waktu di mushola. Saat pandemi begini, aktivitas saya hanya seputar rumah, sekolah, mushola dan sedikit di tempat-tempat lain. Sehingga cerita paling banyak di tempat itulah.

Hari ini saya mengingatkan anak-anak, bahwa kalau salam harus tunggu imam selesai 2 kali salam, ke kanan dan ke kiri, baru mereka boleh menyelesaikan salam terakhirnya.

Jadi, selama ini, saat imam baru satu salam, anak-anak sudah 2 salam atau bahkan sudah ngacir. 

"Mulai sekarang, nggak ada lagi ada yang satu salam langsung kabur,"

"Iya, Pak."

"Nah itu yang nggak bagus. Jadi mulai sekarang mau ya nunggu imam selesai 2 salam?"

"Iya, Pak. Mau,"

"Oke, kalau gitu kita lanjut salatnya,"

Sebetulnya, mereka sudah mau di mushola aja sebuah prestasi. Lebih bagus mereka rame di mushola daripada rame di luar mushola.

Ya, bagusnya tempat ibadah membuat mereka nyaman dan menyenangkan. Jangan sampai di tempat ibadah itu mereka mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan yang akan membuat mereka kapok untuk datang di tempat ibadah itu. 

#Mar26AiseiWritingChalleng

#CeritaSiswakuHariIni

#CeritaKelaskuHariIni

Lebak, 26 Maret 2021

4 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Tidak di sana atau di sini, anak kabur keluar mushalla, sesudah salam pertama itu terjadi ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah umum ya Pak D. Jadi, mari kita anggap wajar. Anggap mereka sedang dalam belajar. Tapi perlu juga edukasi dari kita. Matur suwun sudah menyambangi. Hehe

      Delete
  2. Terkadang yg membuat anak-anak enggan ke mushola atau mesjid, karena suka dimarahi karena ribut. Seandainya setiap orang memahami psikologi anak, tentu menggunakan pendekatan yg membuat anak betah di mesjid atau musika ya pa..
    Keren Bapa anak-anaknya.
    Sukses selalu ya pa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Bu. Kudu pakai pendekatan kasih sayang agar mereka tak malah menjauhi masjid. Terima kasih banyak, Bu

      Delete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post