LWB5LWNbNWFbMqp6NaZ4NGRcN7csynIkynwbzD1c

Kenapa Guru Harus Menulis?

BLANTERLANDINGv101
8688320526973091213

Kenapa Guru Harus Menulis?

04 April 2021

 


 

Tadi malam saya mengisi pelatihan. Diskusilah lebih tepatnya. Tentang penggunaan Canva untuk desain grafis. Kata panitia, pesertanya seharusnya banyak. Tapi karena kondisi cuaca yang hujan lebat disertai angin kencang, ternyata berpengaruh terhadap jaringan internet.

Akhirnya hanya sekitar 8 orang peserta dalam room tersebut. Acara tadi malam menggunakan Google Meet.

Nah, ini yang menarik. Ketika sesi diskusi, ada yang bertanya,

“Kenapa kita harus bisa desain grafis, Kak?”

Maka saya jawab,

“Kita harus punya satu kelebihan dibandingkan orang lain. Jangan mau sama dengan orang lain. Satu pembeda bisa menjadi keunggulan kita. Sama seperti ketika lomba menulis, ketika 2 peserta sama-sama bagus tulisannya, maka juri akan melihat peserta mana lebih unggul atau punya pembeda. Misalnya si A hanya mencantumkan atau nyomot gambar, sementara si B membuat desain grafis. Maka, si B punya peluang lebih besar jadi pemenang,”

 

Ringkasnya, kalau bisa kita punya satu keunggulan dibandingkan orang lain. Pembeda itu yang akan membuat kita unggul.

Kalau orang lain nggak bisa desain, kita bisa harus bisa desain. Maka, itulah yang menjadi nilai lebih kita dibandingkan orang lain.

Lalu saya mikir seperti itu pula harusnya seorang guru, bahwa seorang guru harus punya satu skill dibandingkan guru lain. Jangan mau jadi guru yang apa adanya. Skill menulis bisa menjadi salah satu pembeda dan keunggulan guru.

Ini terjadi juga saat lomba guru berprestasi. Banyak guru yang bilang bahwa memiliki buku atau karya ilmiah memberikan nilai yang besar sehingga membuatnya menang.

Nah, begitulah pentingnya menulis bagi seorang guru. Sekali lagi, guru harus punya satu kelebihan yang akan membuatnya lebih unggul dibandingkan guru yang lain.

Di luar itu, oke ada manfaat lainnya seperti mendapatkan angka kredit untuk kenaikan pangkat juga, lho. Oleh karena itu, jangan ragu untuk mulai menulis. Sepakat?

Lalu bagaimana apa masalahnya untuk mulai menulis? Masalah ide? Ide itu bisa kita cari dari mana saja  lho. Bisa dari pengalaman sendiri atau pengalaman orang lain.

 



Langkah paling sederhana adalah menuliskan aktivitas kita pada hari ini. Misalkan hari ini kita mengadakan webinar. Tulis tuh jalannya kegiatan webinar mulai dari pembukaan, siapa saja pembicaranya, apa yang disampaikannya, apa yang bermanfaat bagi kita, hingga penutupan.

Atau ketika kita ada kegiatan penerimaan peserta didik baru. Jelaskanlah kapan dan bagaimana pelaksanaannya, apa peran kita dan lainnya. Sebetulnya ide-ide itu banyaj bertebaran di sekitar kita. Hanya masalahnya kita jeli atau tidak menangkap peristiwanya.

Lalu apalagi kesulitan untuk menulis? Membuat kalimat pembuka? Nah saya pernah menuliskannya bisa anda baca Membuat Kalimat Pembuka yang Nendang

BLANTERLANDINGv101
Kata Pengunjung:

Formulir Kontak Whatsapp×
Data Anda
Data Lainnya
Kirim Sekarang