Hari ini merupakan hari ke-7 saya berada di kampung. Saat bertemu dengan orang-orang di sini, banyak yang bertanya,

"Kok bisa lolos larangan mudik?"

Lalu saya jawab kalau saya pulangnya tanggal 30 April..saat itu belum kena larangan mudik. Baru kena pengetatan mudik. Bedanya apa?

Kalau pengetatan, berlaku ketentuan, swab antigen 1 x 24 jam. Kalau saya pulang hari Sabtu, harus swab pada hari Jumat.

Kalau belum pengetatan, swab antigen berlaku 3 x 24 jam. Artinya, kalau saya pulang hari Sabtu, swab hari Kamis masih bisa. 

Tes swab ini cukup memakan biaya, lho. Satu tes bayarnya Rp. 175.000. Karena 3 orang, kami membayar Rp. 225.000.

Setiba di kampung, kami banyak bersilaturahmi. Mengobrol ke sana kemari. Banyak obrolan. Misalnya tentang kenapa di bulan Ramadhan ini pengeluaran rumah tangga besar. Malah lebih besar dari bulan-bulan lainnya.

Padahal, makan berkurang, kan ya? Biasanya 3x sehari, ini kan 2x sehari. Makannya pun tak sebanyak seperti bulan lainnya. Tapi kenapa pengeluaran membengkak?

Hm, apakah Anda mengalaminya? Menurut Anda kenapa ya pengeluaran di bulan Ramadhan makin membengkak?

Memang sih frekuensi makan semakin berkurang. Tapi besar konsumsi makin banyak lho.

Biasanya kalau makan di hari lainnya, menunya seadanya, kan? Menunya pun tak banyak.

Sementara, kalau di Ramadhan, menunya semakin banyak dan beragam. Nggak cukup satu jenis menu. Bahkan, ada menu takjil pula.

Apalagi kalau yang sering berbuka di luar. Sekarang ini kan harga-harga pada naik atau pada mahal. Wah, bakal besar lagi biaya makan di luar. Maka, kalau mau menghemat, kurangi deh makan di luar. Sesekali bolehlah. Tapi kalau sering, jebol juga dompet.

Apalagi selama masa pandemi begini, memang kita dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menjaga jarak. Kalau makan di luar, susah banget menjaga jarak kan ya?

Bulan Ramadhan bagusnya diisi dengan perbanyak ibadah di rumah saja. Maksimalkan untuk mendapatkan berbagai keutamaan bulan Ramadhan seperti pahala yang berlimpah. Manfaatkan waktu untuk ibadah membaca Al Qur'an, berzikir, memperdalam ilmu agama, dan lainnya.

Pastinya, kalau lebih banyak di rumah, pengeluaran pun akan lebih hemat. Eh, tentu saja diimbangi dengan konsumsi yang seperlunya pula. Konsumsi sesuai yang kita butuhkan saja.

Selamat memaksimalkan ibadah ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi ini. Semoga kita bisa maksimal beribadah di bulan Ramadhan. Aamiin.


#KamisMenulis



2 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Memang pengeluaran di bulan Ramadhan sulit kita kontrol apalagi ada anak kita baru belajar puasa, tentunya menginginkan banyak menu tuk berbuka. Terimakasih sarannya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, benar juga, Bu. Tapi kalau pengeluaran besar karena hal ini, wajar dan benar sih. Sebab ada hal yang penting dibalik besarnya pengeluaran yakni pendidikan puasa untuk anak.

      Delete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post