Menulis itu gampang gampang susah kadang terasa berat kadang terasa ringan. Kadang capek kadang juga dilakukan dengan senang hati.

Untuk mendapatkan tulisan yang bagus dan berkualitas memang tidak gampang. Untuk banyak pengorbanan. Berkorban waktu, tenaga, dan pikiran.

Pak ST Kartono dulu pernah bilang, penulis itu merupakan sosok yang hebat karena dia mau mematikan rasa untuk  lama-lama di depan laptop demi menghasilkan tulisan yang bagus.

Hal ini sering saya alami ketika membuat naskah lomba seperti tulisan ini. Berhari-hari saya membuatnya. Bahkan bisa seharian penuh. Bukan hanya tulisan tapi juga infografik, gambar, video, dan landing page.

Saya juga harus melakukan riset terutama mendapatkan foto yang sesuai dengan  tulisan. Juga melakukan kajian pustaka dengan membaca beberapa referensi. Akhirnya tidak buatlah naskah yang menurut saya bagus meskipun belum sempurna.

Capek mah iya karena itu seringkali kita sudah menyelesaikan satu naskah, saya melakukan refreshing supaya nggak  stress.

Apakah pembaca mengalami seperti itu dan apa yang pembaca lakukan?

Angkat juga ini sebagai apresiasi terhadap diri sendiri yang sudah menghasilkan prestasi. Tulisan itu juga prestasi, lho. sepakat kan?

Kalau saya, tiga hal ini yang dilakukan.

1. Makan-makan.
Sesudah menulis atau menyelesaikan naskah saya sering sekali menyenangkan diri sendiri dengan makan-makan. Biasanya beli camilan seperti martabak, bakso, gorengan dan sejenisnya. Eh, camilan saya  sehat nggak ya? Hehe

2. Nonton.
Saya akui ketika menulis itu banyak menghabiskan waktu sendirian. Saya jadi kurang bermain atau menyapa anak-anak. Juga istri. Ini salah satu kekurangan kalau kita jadi penulis. Waktu untuk keluarga berkurang. Eh, mungkin nggak juga sih tergantung orangnya. Ada banyak penulis yang tetap punya banyak waktu buat keluarganya.



Nah setelah nulis saya sering menonton supaya saya mengganti waktu yang terbuang untuk anak-anak dan istri. Nontonnya cukup di rumah saja. Cari film di internet juga bisa kok. Saya sering cari film yang bergenre komedi, pendidikan, atau keluarga. Yang sering saya tonton adalah film yang dibintangi oleh Jackie Chan. Atau film petualangan The Rock seperti gambar di atas. 

3. Jalan-jalan
Jalan-jalan pakai motor menjadi satu pilihan refreshing. Jalan-jalan kok pakai motor ya?  Hehehe.. nggak perlu jauh-jauh karena muter-muter di sekitar komplek bersama anak juga sudah cukup. Sambil beli jajan juga. Nyenengin anak.

Seharian di depan laptop mata rasanya panas. Agar momen jalan-jalan menjadi kesempatan untuk mengistirahatkan mata, berikan oksigen yang cukup untuk paru-paru,  dan menyegarkan pikiran.

Nah, itu dia tiga hal yang saya lakukan sebagai refreshing setelah menulis. Kalau pembaca, apa yang dilakukan? Silakan tulis di kolom komentar ya. Siapa tahu, sangat menarik untuk dilakukan. Terima. Semoga bermanfaat.

Oh iya, jika berkenan mengunjungi tulisan saya, silakan klik di sini

5 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Apa pun kegiatannya yang penting menyegarkan. Kalau saya menghabiskan makanan di rumah dan mengerjakan pekerjaan rumah. Justru di saat itu malah ide lain datang. Jalan-jalan menunggu suami pulang, tidak terbiasa pergi sendirian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh, hehe.. iya Bu. Olahraga bisa jadi menyegarkan ya. Jalan-jalan ditemani suami tentu syahdu. Hehe

      Delete
  2. Hee kalau saya biasanya jalan-jalan atau cari bacaan ringan, Pak. Tapi ... Makan makan boleh juga tuh. Hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah,boleh. Ih, baca-baca ringan. Iya juga ya. Nggak kepikiran. Mungkin saya udah pusing sama huruf-huruf. Hehe

      Delete
  3. Hm... jalan-jalan dan makan-makan ide sepaket untuk refreshing yang paling saya suka

    ReplyDelete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post