Dengan 'sangat terpaksa', istri saya ngrasani seseorang.

"Ih, keterlaluan Bu itu, Mas. Masak udah minta tolong, nggak ngucapin makasih sedikit pun. Cuma bilang OK aja,"

Kebiasaan di rumah, kalau minta tolong atau dikasih sesuatu tanpa meminta, kami mengucapkan terima kasih. 

Misalnya diambilkan atau dikasih minum air bening (bukan air putih, lho). Minta tolong diambilkan penggaris. Sesepele begitu saja, mengucapkan terima kasih. Apatah lagi terhadap hal yang lebih besar lainnya. 

"Ya mungkin udah terbiasa gitu, Dek" jawab saya. "Banyak juga lho orang tua begitu, Dek. Lupa bilang makasih kalau minta tolong,"

Bahkan saya sering mengeja, kalau ada teman yang minta sesuatu, sudah saya kasih, kok dia tidak kelihatan mau bilang makasih, saya katakan ke dia,

"Bilang apa?" Wah...udah kayak ngeja ke anak kecil ini. 

"Makasih," kata teman saya sambil ketawa. Saking sibuknya sampai lupa harusnya bilang makasih. Hehe ..

Tapi bisa jadi saya yang lupa bilang makasih. Ingatkan saya jika lupa. Lupa itu manusia. Salah pun manusia. Manusia boleh saja salah. Tapi jangan ngeyel. Hehe...

Nah, lho. Orang tua sering mengajarkan ke a ak untuk membiasakan mengucap terima kasih. Tapi, bagaimana dengan orang tua? Ayo dong. Orang tua juga membiasakan terima masih. Jangan cuma nyuruh tanpa ngasih contoh atau keteladanan. Apa mentang-mentang udah tua jadi nggak perlu lagi ngucapin terima kasih? Ah, jangan begitulah. 


Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post