Buah pinang buah duku

Selamat datang di blogku,

Pembaca, semakin hari berita hoaks semakin merajalela. Tidak berkurang-kurang jumlahnya. Hampir setiap media sosial selalu ada berita hoaks. Paling banyak kayaknya di whatsApp deh.


Mengutip dari Antara, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate mengungkapkan terkait isu hoax di tahun 2021, paling banyak adalah mengenai berita COVID-19.

Berdasarkan data dari tanggal 23 Januari 2020 sampai 10 Maret 2021, total ada 1.470 isu hoax terkait COVID-19. Namun, hoax yang paling banyak disebar adalah di media sosial yaitu sebanyak 2.697, paling banyak di platform Facebook dan Twitter.

Orang Indonesia kerap percaya pada hoax kesehatan dan keuangan. Karena itu, tak mengherankan jika ribuan orang kerap jadi korban investasi bodong. Inilah yang dikatakan oleh Septiaji Eko Nugroho

Inisiator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO)  dan Ketua Masyarakat Indonesia Anti hoax

Hoaks bukan hanya mengenai orang yang secara akademis tidak sekolah tinggi,
bahkan tokoh nasional saja bisa kena HOAKS.

Media penyebaran hoaks bisa lewat gambar, foto, tulisan. Ini yang paling mudah. Kalau video bisa juga sih tapi agak sulit karena membuatnya pun agak susah.

 

Ciri-ciri berita hoaks.

 1. Diawali dengan kata-kata sugestif dan heboh

2. Kerap mencatut nama-nama tokoh atau lembaga-lembaga terkenal.

3. Terdengar tidak masuk akal, sehingga kerap disertai dengan hasil penelitian palsu.

4. Tidak muncul di media-media arus utama, biasanya hanya beredar melalui pesan singkat atau  situs yang tidak jelas kepemilikannya.

5. Biasanya disertai dengan penulisan huruf kapital dan tanda seru.

Kenapa Bisa Terkena Hoaks

1. Banyak orang sebenarnya tidak membaca konten yang mereka bagikan.

2. Orang sering tidak mempertimbangkan legitimasi sumber berita

3. Orang cenderung mudah kena bias konfirmasi

5. Makin sering orang melihat sebuah konten, makin mudah mereka mempercayainya

Hanya karena banyak teman-teman Anda share berita tertentu, bukan berarti berita tersebut pasti benar.

 

Cara TERHINDAR dari Hoaks?

1. Kuatkan Literasi Digital

2. Budayakan Berpikir KRITIS

3. Lakukan Fiqh Informasi

4. Sebarkan berita positif

 


Setiap Muslim tentu meyakini, bahwa penyebaran informasi punya tanggung jawab dunia dan akhirat.

Maka, kita harus selektif dan verifikasi terhadap berita yang kita terima.

 

Allah SWT berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menye babkan kamu menyesal atas perbuatan mu itu.” (QS. Al Hujurat: 6-8)

 

Nabi Muhammad SAW ber sabda (yang artinya), “Barang siapa tergesa, akan salah.” (HR. Al-Hakim)

Dalam hadits lain disebutkan, “Cukup seseorang dinilai berbohong, dengan mengatakan setiap yang ia dengar.” (HR. Muslim)

 

Allah SWT berfirman dalam Surat Ali Imran ayat 104 (yang artinya): “Dan hendaklah ada di antara kamu sego longan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; mereka adalah orang-orang yang beruntung.” 

 

Hati-hati makan makan opak
Opak di makan pagi hari
Hati-hati dengan berita hoak
Karna bisa merugikan diri sendiri

 

4 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Replies
    1. Sama-sama, Ambu. Wah, senang sekali, Ambu selalu mengapresiasi tulisan teman-teman dengan cara berkunjung ke blognya. Keren euy...

      Delete
  2. Kalau di blog, kira-kira ada hoaks tidak ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada, Mak. Sebab orang jahat ya banyak juga. Memanfaatkan media apa saja buat kejahatannya. hehe...

      Delete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post