Baru-baru ini viral ungkapan berikut ini. Jangan Memberi Makanan Kepada Orang Kenyang Di Depan Orang Kelaparan. Bagaimana kita mengartikannya?

Ungkapan ini mirip ungkapan 'sudah jatuh tertimpa tangga' tapi dalam kondisi yang berbeda.

Ungkapan ini mengandung pengertian bersikaplah dengan tepat.

Kalau memberi makanan, boleh saja. Bahkan kepada orang kenyang sekalipun. Tapi agak kurang tepat. Kenapa? Orang yang sudah kenyang tidak begitu membutuhkan makanan lagi.

Memang ada pendapat 'Kan bisa untuk nanti?'. Benar juga. Namun, di saat kondisi itu, juga maka orang yang kenyang tadi tidak terlalu membutuhkan.

Bahkan dalam banyak kondisi, orang yang sudah punya, akan 'keberatan' kalau dikasih lagi. Misalnya Anda sudah ngopi, ke luar rumah. Lalu ke rumah tetangga. Mau main. Sedang enak ngobrol, tiba-tiba disuguhi kopi. Mungkin pernyataan ini akan keluar dari lisan Anda.

"Waduh, aku sudah ngopi di rumah. Kok disuguhi kopi lagi."

Anda mungkin tetap menerimanya. Tapi sangat mungkin juga menolaknya. Takut diabetes karena banyak minum gula, misalnya.

Lain halnya kalau Anda memang mengincari itu kopi. Dari rumah belum ngopi. Bahkan tidak bisa ngopi karena kopi atau gula habis. Lalu dengan sengaja main ke rumah tetangga. Berharap tetangga menawari kopi.

Lha ndilalah tetangga menawari kopi. Bagaimana perasaan Anda saat itu? Mungkin akan bergumam,

"Lha emang ini yang saya cari. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Pas banget dengan yang diharapkan."

Maka, alangkah tepatnya memberi makanan kepada orang yang memang membutuhkan. Orang yang lapar pasti mengharap makanan. Dia ingin makan. Eits, jangan pula bilang, "Kalau orang puasa gimana? Kan dia lapar. Tapi dia nggak butuh makan, kan?" Itu kan kondisi yang berbeda, Mbang! 

Kalau mau ngasih, kasihlah ke orang yang membutuhkan. Kalau sudah tidak ada orang yang membutuhkan, barulah bisa dikasih ke siapa saja. Akhirnya ya yang penting kita ngasih. Daripada tidak ngasih sama sekali.

Oh iya, bisa saja Anda bilang, udah mending ngasih. Daripada tidak ngasih. Hehe.. Ok, dalam hal ini saya sepakat sih. Kalau memang pilihannya ngasih atau tidak. Tapi dalam konteks mau sama-sama ngasih, sekali lagi, kasihlah kepada orang yang tepat. Sepakat?

6 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Betul, Pak Padil. Ada baiknya nanya dulu ke tamu mau kopi atau nggak? Walaupun rasanya kurang sopan, tp itu demi kebaikan juga kan..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, mau dong ke rumah Ambu. Buat ditawari kopi. Hehe

      Delete
  2. Setuju Pak
    Nilai kebermanfaatannya jadi hilang


    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Bu. Sesuatu makin bermanfaat kalau sedang dibutuhkan.

      Delete
  3. Mantap. Lapar dan kenyang dua keadaan yang slaing bertolak belakang. Jangan memberikan makanan kapada orang kenyang di depan orang kelaparan. Kalau sebaliknya, boleh kan? He .. he ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah itu dia Emak. Kan kalau dikasih ke yang lapar, pas banget jadinya ya.

      Delete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post