Dua hari ini saya mendata vaksinasi siswa. Kepala sekolah yang meminta. Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMP) harus ada data vaksin. 

Bukan cuma siswa, guru pun harus divaksin. Guru di sekolah semua sudah vaksin, kecuali satu orang. Entah karena apa. Mungkin punya sakit tertentu, jadi tidak bisa vaksin. 

Agak sulit mendata vaksin siswa. Sudah diinformasikan ke grup WhatsApp, belum semua yang merespon. 

Untungnya, hari ini pendataan lebih baik dari sebelumnya. Ada peningkatan. Sekitar 80 persen sudah terdata. Saya terkejut, banyak siswa yang belum vaksin. 

Ada yang tidak diizinkan oleh orang tuanya. Ada yang menunggu vaksin AstraZeneca. Sementara, vaksin yang banyak beredar untuk masyarakat kan jenis Sinovac. 

Ada yang memang nggak mau vaksin. Saya pun ngasih edukasi. Bahwa vaksin itu sangat penting. Memang, bukan berarti sesudah vaksin itu bebas dari virus. Tapi dengan vaksinasi, kalau kena virus, dampaknya tidak separah kalau tidak vaksin. 

Manfaat vaksin jauh lebih besar dari efek sampingnya. 

Bahkan saya sendiri punya pengalaman dan perbandingan tentang yang sudah vaksin dan belum vaksin. Bisa dibaca di sini

Saya juga bilang ke mereka, besok-besok, banyak kegiatan yang harus punya sertifikat vaksin. Mau ke mall, ke toko buku, naik kereta api, ke bioskop, dan lainnya harus menunjukkan kartu vaksin. Kalau tidak, nggak diizinkan masuk ke tempat-tempat itu. Nah, kalau begitu, siapa pula yang rugi? 

"Nggak dibolehin orang tua, Pak"

Jawaban itu membuat saya heran. Ah, potret masyarakat anti vaksin bukan hanya isapan jempol belaka. Kenyataan, bro. 


Ke siswa lain saya tanya,

"Sudah vaksin?"

"Sudah, Pak. Vaksin yang pertama," jawabnya. 

"Vaksin kedua sudah atau belum?"

"Belum, Pak. Masih ragu,"


Ah, heran betul saya. Kan sudah vaksin pertama. Kenapa ragu? Kalau ragu, sejak awal saja. Hehe ..Kadang jawaban memang nggak habis pikir. 


Ada siswa yang biasanya bandel, malah semangat vaksin. Sudah lengkap dia. Keren betul. Jadi yang dikira nggak paham dengan ilmu seperti ini, malah sudah mempraktikkannya. 

Alhamdulillah saya sudah lengkap dua kali vaksin. Sudah lama. Februari 2021 lalu saya vaksin pertama. 



Setelah vaksin, ibaratnya sudah plong. Tidak ada beban harus mikir yang satu ini. Vaksinisasi juga melancarkan syarat PTM. Nah, kalau begini, sama juga memberikan kesempatan anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Selama ini kan daring terus. Sewaktu daring, banyak permasalahan yang dihadapi. 

Mulai dari kendala akses internet, kuota habisnya, atau mati listrik. Kalau sekolah di kota mungkin tanpa kendala. Tapi bagaimana dengan sekolah di pelosok?

Dari grup MGMP banyak guru yang curhat kendala di atas. Terutama habis kuota dan mati listrik. Kalau mati listrik, berimbas juga dengan sinyalnya. Sinyak internet seketika hilang. 


11 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Kodisinya serupa dengan tempat saya Pak
    Semoga segera tuntas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Di banyak tempat begitu ya Bu. Wah, wajar berarti.

      Delete
  2. Edukasi masyarakat ttg vaksin kurang diperhatikan, sehingga mudah termakan hoaks..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Bu. salah satu hoaksnya, vaksin bisa menyebabkan kematian. lumayan aneh sih. Hehe

      Delete
  3. Selalu ada cerita dalam setiap tugas yang diberikan.
    Pengalaman yang sama juga saya rasakan, ketika mendata dan mendamppingi siswa kelas 6 untuk di vaksin.
    Kendalanya sama persis seperti yang dirasakan Pak Padil.

    Sehat selalu Pak Padil

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, sama berarti ya Pak. Kita mah hanya bisa berusaha. Ngasih edukasi. Tapi kembali ke siswanya juga ya Pak. Mau apa tidak.

      Delete
  4. Lucu juga ada yang berani vaksin pertama, tapi nggak berani vaksin kedua. Apalagi kalau ada vaksin ketiga nanti, tambah nggak berani lagi, haha..

    ReplyDelete
  5. Pengalaman vaksin memang beragam...yang jelas vaksin bersama-sama itu moment yang membahagiakan.....bertemu teman....sambil bersenda gurau melupakan ketegangan.....

    ReplyDelete
  6. Ya begitulah kondisinya, pandangan terhadap vaksin masih beragam. Menjadi pr untuk pihak terkait.

    ReplyDelete
  7. Pejuang data vaksin siswa. Luar biasa. Semoga PTM-nya lancar, Pak.

    ReplyDelete
  8. Benar-benar harus memberi edukasi yang tepat agar masyarakat menyadari pentingnya vaksinasi. Terutama orang tua siswa.

    ReplyDelete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post