Batik merupakan salah satu kebanggaan Indonesia. Bahkan batik diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. Indonesia menang identik dengan batik. Ratusan atau bahkan ribuan motif batik ada di Indonesia. 

Bahkan setiap daerah atau setiap suku punya motif batik sendiri. Di daerah saya, misalnya Lebak, punya 12 motif batik, lho. 

Batik memang universal. Bisa digunakan di berbagai acara. Baik acara resmi maupun tak resmi. Tak hanya di saat acara hajatan saja, batik bisa dipakai di rapat, masjid, instansi, dan lainnya. Fleksibel banget, lah. 

Bertepatan dengan hari batik nasional 3 Oktober 2021, di sekolah saya mengadakan acara. Sekolah saya, SMA Terpadu Al Qudwah, merupakan sekolah swasta di Banten. Telatnya di jln Maulana Hasanuddin kp Cempa ds Cilangkap kec Kalanganyar kab Lebak provinsi Banten. 

Di hari Senin 4 Oktober 2021, sekolah kami mengadakan acara peringatan hari batik nasional. Guru dan siswa semuanya memakai pakaian. Motifnya bebas. Tidak diharuskan satu motif tertentu. Alhamdulillah semuanya pakai batik. Sekolah pun kelihatan penuh warna. Warna-warninya semarak. 


Meskipun belum semua guru yang hadir tetap saja meriah. Apa yang membuat meriah?

Nah, di acara pagi itu ada diskusi seru. Menghadirkan alumni sekolah. Jadi pembicaranya alumni sekolah. Ada 2 orang pembicaranya. Kiki dan Vidi. Mereka angkatan 4 dan 3. Mereka berdiskusi seputar profesi mereka saat ini.

Fyi, mereka saat ini adalah fasilitator di sebuah sekolah alam. Mereka mendidik anak-anak usia sekolah dasar. Meskipun masih muda mereka menikmati profesi sebagai pengajar. Padahal, pengajar itu kan identik dengan sabar, karena mendidik anak. Dan kesabaran, biasanya milik para orang tua. Hehe...

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post