Awal bulan lalu saya dikasih tawaran untuk mengadakan sebuah diskusi.

"Materinya penting. Sayang kalau cuma di kelas saya aja," katanya. 

"Coba tanya ke kepsek, Bu. Malah kalau boleh semua kelas aja dilibatkan."

Setelah berdiskusi dengan kepsek, justru semua kelas akan dilibatkan dalam kegiatan itu. Konsepnya malah jadi seminar. 

Sekali lagi, dengan pertimbangan materinya bagus buat siswa, maka kegiatan ini disepakati oleh seluruh guru. 

Tidak apa-apa berkorban satu dua jam pelajaran. Toh diganti pelajaran yang berguna untuk mereka. Ilmu bukan hanya di ruang kelas saja. Tapi bisa di mana-mana. Bisa di kegiatan apa saja. Termasuk seminar itu. 

Lalu kami bagi tugas. Ada yang menyiapkan konsumsi, tempat, perlengkapan, dan acara. Saya kebagian publikasi. Ada 3 kerja saya. Pertama, spanduk. Kedua, dokumentasi. Ketiga, publikasi berupa rilis atau peliputan acara di website sekolah. 

Untuk kerja kedua, saya tidak sendiri. 

"Saya ajak siswa ya. Jadi mohon diizinkan siswa bawa handphone saat acara,"

"Bagus, Pak Padil. Malah memberdayakan siswa. Mudah-mudahan menjadi pengalaman mereka,"

Memang sih sejak lama saya mengajak siswa dalam kegiatan dokumentasi. Siswa sekarang melek teknologi. Jago sekali mereka dalam urusan fotografi, desain grafis, atau videografi. Sayang sekali kalau tidak dimanfaatkan. 


Menyenangkan sekali bisa berkolaborasi dengan siswa untuk menyukseskan pembelajaran di luar kelas. 


Seru sekali acaranya. Sangat menarik untuk siswa. Temanya pas. 





Dokumentasi acara seminar kesehatan untuk remaja. Foto oleh Achdwit dan M. Fadli (kelas XI SMA Terpadu Al Qudwah)

Bukan hanya bermanfaat untuk siswa, guru pun banyak mengambil manfaat dari kegiatan itu. 

“Masa depan banyak lika-liku. Karena itu, gali sebanyak mungkin bekal agar bisa menjadi masa-masa kalian dengan sukses,” kata kepala sekolah.

"Karena hidup banyak dinamika. Maka harus pandai mengelola emosi. Wajar saja kalau kita punya marah. Namun, kita harus pandai mengelola marah itu," demikian kata sang pemateri. Karena sudah ada siswa yang mendokumentasi, saya bisa leluasa menyimak materi.

Begitulah yang kami lakukan dalam berkolaborasi mengangkat sebuah acara. Sebuah acara dapat berjalan sukses dengan kolaborasi. 

Kolaborasi memang sangat diperlukan dalam kehidupan kita. Termasuk dalam melakukan kerja-kerja kita sebagai guru. 

Dalam bekerja sama, kadang tidak selalu sukses. Kadang terjadi perdebatan, perbedaan pendapat, hingga permusuhan. Wah, emang guru bisa bermusuhan?

Ya bisa saja. Kalau setiap guru punya ide, lalu memaksakan kehendak, dan tidak mau menerima ide dari guru lain tentu saja akan ada perdebatan. 

Begitu pula sang pemberi saran. Kalau merasa sarannya harus diterima oleh orang lain maka bisa menimbulkan perseteruan. 

Lalu bagaimana agar kolaborasi dan berdiskusi kita berjalan sukses?

 

Kosongkan Gelas

Saat berdiskusi atau berkolaborasi, kosongkan gelasmu. Maksudnya, anggaplah kita belum tahu ilmunya. Jadikan kita butuh ilmu yang disampaikan. Rendahkan hati kita. Sehingga kita merasa perlu dari teman kita. 


Kadang tidak mudah sih. Sering ada bisikan bahwa kita sudah lebih tahu, tidak butuh dengan ilmu dari orang lain, atau bisa melakukannya sendiri. 


Padahal, dengan saling berkolaborasi, akan semakin sukses pula kegiatan kita. Karena kita punya keterbatasan. Dengan berkolaborasi, kita saling melengkapi. 


Saling Menahan Diri

Mari saling menahan diri kalau sudah ada perdebatan. Jangan sampai malah membuat kita terpecah. Masalah di sekolah itu banyak. Kalau kita malah terpecah, sama saja menambah masalah. Masalah sudah banyak. Jangan ditambah banyak lagi ya. 


Kita tidak harus memaksakan kehendak. Kalau kita benar, lalu diterima, ya syukur. Kalau tidak diterima, mungkin ada pertimbangan lain. Jangan diambil hati. Dibawa enjoy aja. 


Suatu hari saya dapat informasi ada lomba video perjuangan mengajar di masa pandemi. Saya tidak punya alat yang memadai. Bahkan kamera handphone pun tidak mumpuni. 


Lalu bagaimana saya mengatasinya? Saya berniat sekali untuk mengikuti kegiatan lomba itu. Saya cari cara. Saya minta bantuan guru lain. 

"Pak Fahmi, boleh saya minta tolong?"

"Ya, ada apa, Pak?"


Pak Fahmi tergolong baru di sekolah kami. Tapi bukan karena baru atau junior itu saya minta tolong. Melainkan karena saya tahu beliau suka ngulik video. Ya, beliau hobi videografi. Rajin mengisi konten di channel YouTube-nya. Subscriber-nya banyak. Sudah sampai ribuan. Meskipun guru PJOK, atlet karate, beliau excellent dalam videografi. Punya peralatan yang mumpuni. Katanya sih untuk dapatkan hasil yang maksimal perlu pengorbanan. Termasuk berkorban keluar uang untuk beli peralatan. 


Dan hasilnya memang memuaskan. Bagus sekali videonya. Ini dia tampilan videonya. 

 

 

Dan untuk video itu, saya diganjar runner-up lomba video perjuangan mengajar di masa pandemi. 



Kalau mau berprestasi, harus berkolaborasi, kata OmJay dalam beberapa kesempatan. Dan saya sudah membuktikannya. 








25 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Mantul. Kolaborasi bisa meringankan pekerjaan dan hasilnya sangat memuaskan

    ReplyDelete
  2. https://forms.gle/btsuz8Dmf1RwqfoC9

    ReplyDelete
  3. Selamat Pak Padil ����

    Nggak capek apa menang terus, bagi-bagi dong ��

    Mantap kali pesan, Om Jay

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...seteleh lama nggak menang-menang lomba video Bu. Hehe....makasih banyak

      Delete
  4. Hebat pak, Kolaborasi yang kerem

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, Bu. Mohon doa agar tetap konsisten

      Delete
  5. Mantap, berkolaborasi akan menghasilkan suatu hal yang kita inginkan, dengan berkolaborasi tujuanpun akan tercapai, selamat pa Supadilah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dengan kolaborasi, hal yang berat aakan menjadi ringan ya Bu

      Delete
  6. Menang lagi Pak Padil...
    Hebat eeeuuyyy...
    Terus menginspirasi Pak...
    Sehat selalu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak, MC Kondang, Pemateri keren. Hehe

      Delete
  7. Terimakasih kisahnya ditulis disini, karena sekaligus pembelajaran bagi pembacanya.. Kolaborasi memang kata yang sering muncul tetapi jarang diterapkan......sekaligus ini adalah praktik baik yang bisa ditiru. Mantap Pak lanjut. salam literasi

    ReplyDelete
  8. Kolaborasi yang mantap. Selamat Pak Padil.

    ReplyDelete
  9. Sangat menginspirasi. Hal yang dipandang biasa ternyata menjadi luarbiasa setelah terjalinnya komunikasi dan kolaborasi. Terima kasih sudah berbagi

    ReplyDelete
  10. Terima kasih banyak, Bu. Semoga ada manfaatnya. Aamiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post