Siapa yang pengen blognya dapat banyak kunjungan? Blognya paling banyak dicari? Bahkan menempati page one mesin pencari google?

Inilah yang diobrolkan dalam diskusi 19 November lalu di grup blogger yang dikasih nama BWA. Bukan BAKWAN, lho ya. BWA ini kependekan dari blog walking asyik. Saya kira, sesuai namanya aktivitas di komunitas ini adalah walking di blog-blog para anggotanya. Eh, ternyata ada kegiatan lain. Misalnya diskusi tentang blog, pelatihan menulis, strategi menang lomba blog, dan lainnya.

 


 

Saya bergabung di komunitas yang anggotanya dari berbagai daerah ini pada ....#lupa kalau tidak salah Februari atau Maret 2020. Ditawari oleh blogger keren doktor Fadli Hafizulhaq yang langganan juara lomba blog.

 

Pernah satu podium sama beliau di lomba relawan. Beliau juara 1, saya juara 2. Karena satu podium, saling mengucapkan selamat, dan chatting. Lalu ditawarkan masuk ke grup BWA. Alhamdulillah, banyak berkah bergabung di sana.

 

Grup yang nano-nano. Mulai dari hal yang serius, garing, dan lucu. Aktivitasnya blog walking, tanya jawab, berbagi informasi, hingga bullying. Eh, bukan bullying ding. Cuma ngejek. Halah...:)

 

Ngejek apa? Ya misalnya tragedi Indimaret. Sebetulnya nggak saling ngejek sih. Soalnya cuma satu yang diejek. Beliau adalah Yang Tak Boleh Kau Sebut Namanya.

 

Mayoritas anak muda. Kecuali... Ehm... Jadi pada semangat dengan aktivitas di BWA. Kelihatan dari list yang banyak berisi. Pernah sampai 30-an daftar artikel. Wow... 

 

Meningkatkan Traffic Blog

 

Dalam diskusi terbatas, ehe..mirip rapat terbatas aja ya, Bang Doel, pemilik www.kopitekno.com ini berbagai tentang cara mendapatkan traffic blog yang tinggi. Kalau dengar kata traffic seketika teringat lalu lintas ya.

Jadi, apa itu traffic?

Traffic adalah kondisi yang menggambarkan banyaknya pengguna internet yang mengunjungi sebuah website.

Lalu, manfaat traffic blog yang bagus punya potensi mendatangkan segudang manfaat bagi pemiliknya.

Tapi, kata Bang Doel, “Meningkatkan traffic blog tentu tak diperlukan buat blogger yang gak perlu-perlu amat sama traffic.”

Jadi, bagi yang blognya sekadar untuk curhat, nulis yang santai, atau tidak mementingkan sebuah page one, tidak perlu banget deh materi ini. ya, mungkin sekadar informasi saja. Tapi, kalau kapan-kapan pengen juga blognya banyak dikunjungi, materi ini perlu disimak sampai selesai. Boleh sambil ngopi kok.

Nah, ternyata, untuk mendapatkan traffic tinggi tidak bisa didapatkan begitu saja. saya baru tahu kalau ada beberapa persiapannya. Persiapannya dibagi menjadi 3 tahap:

       Persiapan sebelum bikin konten

       Persiapan saat membuat konten

       Persiapan setelahnya

 

Wah, semakin seru

 

Persiapan Sebelum Membuat Konten

Sebelum membuat artikel, lakukan riset keywoard. Bisa memilih di antara beberapa alat.

  1. Google suggest
  2. Keyword Planner
  3. Ubersuggest
  4. Ahrefs
  5. Keywordtool.io
  6. Rankmath
  7. Dan lain-lain

Sementara itu, dalam Riset Keyword ada tantangannya.

  1. Kompetitor
  2. Search intent
  3. Frasenya kaku dan tidak baku

 


Keberadaan kompetitor memang menjadi tantangan bagi para blogger. Saat ini media-media besar, media berita juga turut mengambil ‘jatah’ blogger.

Ini jadi pengalaman saya banget. Saat media besar juga menulis materi-materi mata pelajaran. Ya misalnya sistem persamaan linear. Nah, dulu, mana ada media besar, media berita menulis seperti itu. Sekarang mereka menulis juga lho. Secara tidak langsung jadi saingan. Kalau berhadapan dengan mereka jelas saja blogger keok. Hehe..

Tapi tetap semangat nulis ajalah…

Kita bisa membuat konten dengan:

  1. Keyword turunan
  2. Memanfaatkan LSI dari keyword itu
  3. Artikel yang satu tema

 

Menggunakan keyword turunan ini bisa mengantisipasi kalau ada orang yang melakukan pencarian dengan kata turunan. Misalnya tentang handphone. Kadang orang menyebut smartphone, gawai, atau gadget. Nah, sebaiknya gunakan kata turunannya itu dalam artikel kita. Supaya kalau orang menuliskan kata-kata itu, ada peluang artikel kita menjadi hasil pencariannya.

Hm, baru tau saya. Hehe…

 

Kelebihan di BWA, komennya tidak boleh sembarang. Komentar yang kelihatan formalitas saja itu tidak boleh. Seperti tulisan yang bagus (saja). Nice, Kakak (saja). Itu tidak boleh. Komentarnya harus relevan dengan artikel. Jadi para blogger harus baca dengan saksama (dan dalam tempo yang tidak singkat). Nggak ada ruginya kok baca dengan saksama dan sampai selesai.

 

Nggak hanya urusan ngeblog saja, di komunitas ini banyak juga aktivitas. Bahkan aktivitas sosial. Kalau ada yang butuh bantuan, maka rame-rame membantu. Terutama kalau musibah yang terjadi pada sesama blogger.

 

Ada 3 hari jadwal blog walking. Senin, Kamis, dan Sabtu. Sedang sepi, kadang ramai. Biasa kalau ada lomba maka ramai. Sebaliknya kalau enggak ada lomba lumayan sepi. Atau rame juga kalau sedang kejar setoran. Belajar jumlah viewers postingan.

 

Salut sama temen-temen di komunitas ini yang rata-rata menjadikan tulisannya sebagai kampanye kebaikan. Banyak yang mendapatkan penghasilan dari menulis.  Mereka konsen menulis membuat konten untuk mendapatkan penghasilan. Nggak salah kan?

Malah bagus. Yang penting halal. Dari mereka Saya banyak belajar. Saya jadi tahu ternyata dari ngeblog bisa mendapatkan cuan. Saya diajari untuk mendaftar di platform tertentu yang menjual tulisan. Makasih ya Mas dan Mbak BWA... #terharu

 

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post