Masih Jundi ngasih kejutan saat peringatan Hari Ibu. Saat saya sama istri sedang duduk di kursi kerja, datanglah Mas Jundi, adiknya dan amah dengan membawa makanan. Ada jajanan, kue bolu, dan surat. Jajanannya dibentuk seperti selempang. Mas Jundi yang memakaikannya ke bunda. Tapi jajanannya diminta lagi mereka pula, anak-anak yang makan. 



Mas Jundi juga nulis surat buat bundanya. Kalimatnya sih bagus. Waktu saya tanya siapa yang bikin kata-katanya, dia bilang ustazah yang ngajarin. Berarti udah disiapkan dari kemarin dong. 




Hari ini mas Jundi nggak tidur siang. Waktu ashar mas Jundi yang adzan. Dia kamu sholat duluan. Setelah itu dia sekolah agama di mushola itu juga. Minta jajan dikasih uang Rp 2.000. 


Setelah sekolah agama dia minta uang lagi buat beli Sukro. Mungkin dia lihat temannya yang jajan Sukro jadi dia kepengen. Tapi karena tadi sudah jajan maka tidak saya kasih. Saya bilang habis maghrib aja jajannya. 


Waktu maghrib Mas Jundi di adzan lagi. Wah rekor nih dalam sehari dua kali. Sesudah magrib dia merengek minta main. Awalnya tidak sayang izinkan karena kemarin malam sudah main. Mainnya dijadwal. Berselang-seling sekali main sekali enggak. Tapi malam ini dia nawar terus. Saya bilang ngaji dulu, setelah ngaji baru boleh main. 


Mainnya bablas ke salat isya. Saya ketemu di mushola lagi. Saat salat kelihatan dia menguap berkali-kali. Wajar sebab siang tadi dia nggak tidur. Tetapi anehnya habis salat isya nonton laptop, eh dia nggak ngantuk juga. 

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post