Guru-guru Al Qudwah siang ini berkumpul di aula. Waktunya siang hari setelah Zuhur. Kami berkumpul untuk berdiskusi tentang menulis. 

Undangan sudah tersebar ke guru-guru yayasan berjumlah 83 orang. Alhamdulillah, yang datang 9 orang. Ada 3 guru laki-laki dan 6 guru perempuan. Jadi didominasi oleh ibu-ibu guru.

Seru sekali siang ini. Juga menantang. Siang hari guru-guru lain sudah pulang, kami masih bertemu di ruang sekolah. untuk apa kami bertemu?

Kami mau berdiskusi tentang literasi. Hari itu Jumat, 24/9/2021. Meskipun sedikit yang hadir, saya tetap semangat. Kenapa semangat?

Saya semangat karena kepala sekolah kami hadir. Wah, salut saya. kepala sekolah kan biasanya sibuk. Tapi tetap hadir dalam diskusi yang sepi peminat ini Kegiatan ini dihadiri oleh kepala bidang pendidikan Samson Rahman, Kepala SDT Al Qudwah Rusmi Andarwati, Kepala bidang literasi Supadilah, dan Calon Guru Penggerak Maslihah Zahro Agustina.

Sejumlah guru antusias mengikuti kegiatan ini. Komunitas ini diberi nama komunitas guru pecinta literasi. Deklarasi pembentukan komunitas ditandai dengan membubuhkan tandatangan sebagai komitmen dengan komunitas literasi ini.

 “Kita harus seimbang antara membaca dan menulis. Kalau membaca, kita sudah biasa. Kalau menulis, ini yang perlu ditingkatkan. Membaca dan menulis itu dua sayap yang tidak boleh hilang salah satunya,” kata ustadz Samson Rahman.

Semangatnya luar biasa. Sosoknya memang dikenal sebagai sosok peduli literasi. Saya jadi ingat dengan sosok Kang Maman Suherman, sosok literasi Indonesia. Beberapa kali saya menyimak IG Live di JNE, begitu membakar semangat untuk memajukan literasi Indonesia. 


 

Kepala sekolah mengatakan,

“Kita sering mengajak siswa berliterasi, semoga gurunya juga tidak lupa berliterasi. Kita akan saling belajar di komunitas ini. Bisa jadi menurut kita tulisan itu sederhana, tapi bagi orang lain luar biasa. Setiap penulis andal pasti berawal dari penulis pemula. Maka, jangan malu untuk menulis,” tegasnya.

Hebatnya, dalam pertemuan itu, seluruh peserta diminta menghasilkan karya langsung. Temanya tentang pengalaman belajar selama pandemi seperti penerapan metode belajar problem based learning (PBL), pengalaman home visit, dan praktik baik lainnya. Ke depan, komunitas ini akan selalu dikembangkan. 


 

 

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post