Kalau dulu anak-anak ditanya tentang cita-citanya akan menjawab menjadi dokter, pegawai negeri, ilmuwan, dan lainnya. Sekarang banyak jawabannya bukan itu saja. Anak-anak sekarang ini yang bercita-cita jadi content creator, Youtuber, pegiat animasi, sukses di dunia film, dan lainnya.

Teknologi membawa dampak positif dengan hadirnya lapangan pekerjaan baru di dunia digital. Salah satunya menjadi atlet eSport. Game online pun kalau ditekuni bisa memberikan prospek yang cerah.

Orang tua harus menyadari bahwa dunia semakin berkembang. 

Orang tua harus berpikiran terbuka. Orang bisa sukses lewat beragam cara. Bukankah segala sesuatu kalau ditekuni akan menghasilkan? Hobi kalau semakin diasah akan semakin mahir? Termasuk eSport tentunya. Kalau diseriusi bisa sukses dan menghasilkan.

Buktinya sudah ada. Dalam gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Papua, eSport menjadi salah satu cabang olah raga yang dipertandingkan secara eksibisi. Terdapat tiga cabang pertandingan yaitu eFootball PES 2021, Mobile Legends, dan Free Fire.

Tidak semua daerah yang mengikuti pertandingan ini. Ada beberapa finalis yang berangkat ke Papua dan melakukan pertandingan. Finalis yang diberangkatkan ke Papua akan mendapatkan total hadiah Rp. 200 juta.

Dimasukkannya eSport sebagai salah satu cabang olah raga di gelaran PON XX Papua memberikan fakta bahwa eSport tidak lagi dianggap sebagai hiburan semata tapi eSport bisa dibilang sebagai salah satu cabang olah raga.

Apakah Ayah Bunda merupakan orang tua yang melarang anaknya bermain game online? Jika iya, mungkin kekhwatiran terbesar adalah takut anaknya kecanduan.

Padahal, tidak semua game online itu buruk. Bermain game banyak manfaatnya seperti meningkatkan fokus, belajar mengatur strategi, meningkatkan kinerja otak, mengasah pengambilan keputusan, dan lainnya.

Bermain game juga memberikan kesempatan anak untuk mengatur dirinya. Anak berlatih tentang manajemen waktu. Menentukan kapan waktu belajar, bermain, dan beribadah.

Dalam bermain game sering kali kemenangan ditentukan dari kemampuan kita mengatur strategi. Mengatur strategi dalam game itu tidak mudah. Karena itu, orang yang mahir dalam game merupakan orang yang terlatih memiliki imajinasi serta strategi yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bahkan pada sebuah kompetisi Dota 2 International 2019 lalu memperebutkan hadiah lebih dari 30 juta dollar. Sebuah angka yang sangat fantastis!


 Sumber foto : Webinar the Future of Education Webinar Series

Mungkin ada kekhawatiran ayah bunda tentang game online. Salah satu kekhwatiran terbesar orang tua kalau anaknya main game adalah kecanduan.

Namun, bukankah itu tergantung orangnya? Saya rasa kalau waktunya diatur, bermain game tetaplah aman bagi anak.

Justru hal ini jadi kesempatan untuk melatih anak mengatur dirinya. Memberikan kesempatan anak untuk berlatih tentang manajemen waktu. Anak belajar mengatur waktunya. Kalau waktunya belajar ya belajar. Kalau waktunya main yang main.

Misalnya kalau kita mengizinkan anak kita main game online, anak dididik untuk bisa mengatur kapan waktu belajar main bahkan ibadah.

Kalau memang bisa diterapkan untuk hal ini baik sekali. Kemampuan mengatur waktu ini sangat diperlukan di berbagai bidang kehidupan. Sepakat?

Ayah bunda, main game itu banyak manfaatnya, lho. Ini dia beberapa manfaatnya.

  1. Meningkatkan kinerja otak,
  2. Meningkatkan daya ingat,
  3. Mengasah kemampuan pengambilan keputusan
  4. Meningkatkan fokus
  5. Belajar mengatur strategi
  6. Menghasilkan uang,
  7. Sebagai hiburan.

 

LEAD by IndiHome, Dukungan untuk eSport Indonesia

 

 

Sumber foto: https://indihome.co.id/leadacademy#

LEAD (Limitless Esport Academy) adalah akademi yang memberikan kesempatan bagi masyarakat Indonesia menjadi atlet eSport profesional yang akan berkiprah di kancah nasional bahkan internasional.

LEAD yang diluncurkan oleh IndiHome yang bakal menjadikan seorang gamer (player) menjadi professional player (pro-player) yang bermental atlet.

LEAD ini produk IndiHome. Salah satu produk Indihome sebagai internetnya Indonesia ini layak diacungi jempol. Sebuah gebrakan yang peduli dengan perkembangan teknologi. 

Dengan konsep athlete enablement, LEAD by IndiHome memberdayakan seorang gamer (player) yang semula bermain game sebatas hobi menjadi professional player (pro player) yang bermental atlet.

Bisa dibilang LEAD merupakan kaderisasi atlet eSport secara daring. Jadi sangat memungkinkan diikuti dari berbagai penjuru Indonesia. Lewat Akademi eSport ini kita berkesempatan melakukan aktivitas tanpa batas dengan menjadi atlet eSport. 

IndiHome tentu menjadi satu pilihan utama internetnya untuk gamer karena cepatnya akses internet oleh IndiHome.

Nah, program ini bisa diikuti mulai 10 September - 22 Oktober 2021. Seluruh masyarakat Indonesia langsung dibina oleh para coach professional dari LEAD by IndiHome. Akademi ini menyediakan beragam Paket Gamer yang bisa dipilih untuk membuka peluang menjadi atlet eSport yang sukses.


Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post