Berbicara rezeki, banyak yang lupa tentang satu ini. Bahwa, berada dalam lingkungan positif merupakan nikmat yang sangat besar. Mungkin kita tidak sadar walaupun sedang berada dalam lingkungan ini. Biasanya kalau nikmat itu dicabut baru terasa sungguh berharga nikmat itu.

Seorang teman menceritakan bahwa dia sangat susah untuk SEGERA melaksanakan shalat kala azan berkumandang. Di tempat kerjanya, lingkungan dinas memang mayoritas Muslim. Namun, sering tidak kelihatan menunjukkan gairah keislaman.

Misalnya tentang shalat itu. Sering shalat tertunda lantaran disibukkan dengan kerja, terbentuk rapat, dan lainnya. Bahkan kelihatan ditunda-tunda. Saat azan datang masih terlihat ngobrol santai atau merokok.

Merokok juga jadi tantangan besar baginya. Dia yang bukan perokok, harus dikelilingi asap setiap hari. Dia akui belum berani menegur rekan kerjanya. Dia hanya sanggup menahannya dalam hati.

Lalu, bandingkan dengan lingkungan kita saat ini. Mungkin lingkungan kita saat ini jauh lebih baik darinya. Tanpa kita ajak, rekan kerja langsung menuju masjid saat azan berkumandang. Ruangan lebih aman dari racun-racun yang keluar dari asap rokok. Rekan kerja yang begitu menjaga dari nafkah haram bahkan syubhat. Kalau kita sedang berada di lingkungan ini, JAGA baik-baik. BETAH-lah di sana. Syukuri dan manfaatkan sebaik-baiknya untuk diri k

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post