Ada teman yang bilang pengen bisa nulis. Tapi bingung mulai dari mana. Mungkin beliau tertarik menulis ngelihat postingan saya tentang hadiah dari menulis. Hmm, padahal, di bulan Desember itu saya kalah sampai 6 kali dalam lomba serupa. Hehe.. Kalau mau menang seperti saya, mau kalah seperti yang saya alami nggak ya?

Saya bilang memang sulit untuk mulai nulis. Kata orang Kulon, every beginning ia difficult. Jangankan mulai menulis, pindah dari nulis opini ke nulis blog juga agak sulit. Sebab, agak berbeda antara keduanya. Nulis blog itu cenderung cair, santai, dan luwes. Walaupun, tetap juga penuhi kaidah penulisan. Misalnya, kalau kata baku tetap dimiringkan.

Belum hal lainnya semisal ada gambar, infografis, video dan lainnya. Jadi memang lebih butuh kerja yang ekstra. Saya yakin, sebaliknya, kalau dari blogger ke nulis koran pasti agak repot.

Dari mana sih menulis? Cara paling mudah adalah menulis kegiatan harian. Misalnya nulis kegiatan rapat di sekolah. Ceritakan tuh mulai keberangkatan dari rumah, kejadian di jalan, kapan mulai rapat, jumlah peserta rapat, pembicara, apa agenda rapat, kejadian uniknya, dan kapan berakhir rapat.

Apalagi kalau lebih lengkap seperti apa saja yang dibicarakan saat rapat secara lebih lengkap. Eits, bukan berarti semua-muanya ditulis. Bakal repot juga kalau semuanya. Hehe...

Atau bisa juga menuliskan tentang berwisata. Daripada menguap begitu saja, mending diabadikan lewat tulisan. Iya sih sudah ada foto, tapi foto tidak bisa menceritakan semua kejadian juga kan.

Supaya nggak mengganggu suasana berwisata, kita bisa memfoto tempat atau kejadian di tempat wisata. Foto sebanyak mungkin. Lalu di rumah tulislah berdasarkan foto itu.


Saya pernah menulis jalannya upacara bendera di sekolah. Saya yakin sangat mudah karena kan saya mengikuti kegiatan itu. Jadi punya data sebagai bahan tulisan. Oh iya, banyak lho yang kesulitan menulis lantaran nggak punya data. Padahal, data nggak harus angka-angka yang njelimet. Jumlah peserta upacara atau jumlah guru juga termasuk data. Segitu gampangnya cari data, kan? Untuk belajar nulis banyak peluangnya.

Mengatasi Tidak Percaya Diri

Salah satu mental block saat (memulai) menulis adalah tidak percaya diri menulis. Merasa kalau tulisan terlalu sederhana. Jadi malu dibaca orang, khawatir dibilang,
"Ah, cuma tulisan begini doang? Aku juga bisa,"

Pede aja, bro sis. Kalau emang dia bisa, kenapa dia nggak nulis, coba? Sekali lagi, pede aja. Toh, setiap penulis andal (bukan handal, lho), berawal dari belajar. Penulis ahli berawal dari penulis pemula. Coba sebut penulis yang langsung jadi hebat?

Percayalah bukan kalian sendiri yang belajar menulis. Bahkan, penulis hebat itu SELALU merasa sedang belajar. Tidak merasa sombong kalau dirinya sudah ahli. Mereka, menganut ilmu padi; makin berisi makin menunduk.


I
ngin Jadi Juara? Ikuti Prosesnya

Alhamdulillah saya beberapa kali juara lomba. Itu pun tidak ujug-ujug alias tiba-tiba. Saat pertama kali ikut lomba blog saya juara 64 dari 700-an peserta. Buseeet..itu juara atau berat badan? Lha biasanya juara kan 1-3 aja. Hehe...

Ada sih yang langsung menang saat pertama kali ikut kompetisi. Tapi jumlahnya bisa dihitung jari. Kuncinya mau berproses. Menjalani latihan, latihan, dan latihan sebagai prosesnya. Kemenangan ditentukan juga sama jam terbang. Semakin sering kalah lomba, semakin banyak pelajaran yang didapat. Ya, kekalahan sering mengajarkan banyak hal ketimbang kemenangan.

Gagal dalam kompetisi itu hal wajar. Namanya juga kompetisi. Ada yang menang, ada yang kalah. Kalau menang itu wajar. Yang nggak wajar itu kalau nggak ikut kompetisi, eh tapi menang. Emang ada gitu?

Intinya, kalau mau menguasai apapun harus mulai melakukan. Ibarat kita udah belajar renang. Tahu semua teori renang. Gaya-gaya dalam renang. Tapi nggak pernah nyentuh air. Lha... Kapan bisanya? Atau belajar tentang jenis-jenis tendangan dalam sepakbola. Misalnya tendangan pakai kaki dalam, kali luar, tendangan pisang, apel, rambutan... Ups, maaf kelewatan. Tapi nggak pernah nyentuh bola atau nggak pernah turun ke lapangan bola, ya sampai lebaran monyet nggak bakal bisa maen bola. Sepakat? Jadi, kapan mulai nulis?

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post