Hari ini adalah sejarah bagiku. Kenapa? Hari inikah aku memutuskan pakai kacamata. Setelah sekian lama lama tak keruan. Pandangan kabur. Mata sepet dan perih. Gara-gara sering di depan laptop. Sebab banyak aktivitas yang harus dilakukan di depan laptop itu. 


Seperti mendesain spanduk, pamflet, atau flyer. Juga menulis. Ya, sejak dulu saya menulis alias ngetik di laptop. Menulis di koran yang sejak 2011. Beberapa kali tulisan saya dimuat di koran seperti Koran Jakarta, Kabar Banten, Radar Banten, Kabar Madura, Radar Madura, Banten Raya, Singgalang, dan lainnya. 


Lalu 2019 saya mulai serius menulis di blog. 2020 saat pandemi semakin serius menulis blog. Ikut lomba blog. Alhamdulillah beberapa lomba dapat juara. Lumayan juga penghasilan dari lomba blog. 2021 dan 2022 juga semakin sering ikut lomba bahkan dapat job nulis dari blog. Pemasukan semakin besar, tapi dampaknya mata saya semakin parah. 

 



Lalu setelah rapat anggota tahunan di 2022, saya tidak langsung pulang, tetapi ke sebuah pusat perbelanjaan. Saya cari kacamata minus. Setelah dicek, ternyata saya minus 2 mata kanan kiri. Saat tes di sana saya terharu. apa pasal? Sebab aku bisa melihat dengan jelas apa-apa yang jauh. Lihat toko di seberang, orang sedang jalan, mobil, motor, dan banyak hal. Sesuatu yang selama ini tidak saya lihat. Terharu!


Memilih Kacamata


Aku diminta tes untuk cek berapa minusnya. Ternyata kanan kiri minus 2. Lalu cari frame yang diinginkan. Aku pilih yang warna hitam. Ada yang biasa dan ada yang mahal. Karena baru pertama ini, aku pilih yang biasa. 


Lensa juga ada 2 pilihan lensa. Yang biasa dan yang bisa berubah warna kalau kena cahaya matahari. Aku pilih yang biasa aja. Hehe... Lebih ekonomis. Aku pikir karena ini pertama kali pula, jadi yang biasa dulu deh. 


Sesampainya di rumah aku tambah terharu. Saat di meja kerja, aku bisa melihat dengan jelas buku, kembang, dan benda di dalam rumah, sesuatu yang tidak aku alami sebelum ini. Duh, ndeso banget. Hehe...


Selamat Berpisah Laptopku

 



Laptop ini sudah lama menemani hari-hariku. Aku beli laptop ini dari hadiah lomba nulis. Saat itu ada lomba jurnalistik yang diadakan oleh Kemdikbud. Diadakan tahun 2018. Alhamdulillah aku juara 2. Dapat hadiah 12 juta. Saat itu aku belum punya laptop. Aku pakai laptop punya sekolah. 


Maka saat dapat hadiah, benda yang pertama terbayang adalah laptop. Supaya nggak nyusahin sekolah. Hehe... Sisanya untuk daftar kuliah magister atau S2. Alhamdulillah masih cukup. 


Laptop ini penuh kenangan. Saya mengerjakan tugas sekolah kerjaan nulis bahkan ikut lomba blog dengan menggunakan laptop ini. Banyak sekali kenangannya. Membuat spanduk buku tahunan pun menggunakan Laptop ini. Ini adalah laptop pertama yang aku beli dari keringat bersusah payah. Dulu pernah punya laptop dari beasiswa aku anggap itu bukan dari bekerja keras memeras keringat. Hehe...


Laptop inilah yang membuatku mendapatkan hadiah laptop satu lagi. Juga mendapatkan piala dan hadiah lainnya.


Sang Penerima Laptop


Sebetulnya laptop ini masih bagus. Memang banyak kenangan..tapi sudah jarang digunakan karena kalah kencang dengan laptop baru.. maklum, masih menggunakan teknologi jadul. Yang paling keliatan, dia belum pakai SSD. 


Laptop ini kami berikan ke ammah Dilla. Kami? Ya, setelah persetujuan istri dan anak-anak. Terutama anak-anak karena mereka yang sering makai. Ammah Dillah adalah orang yang membantu pekerjaan istri di rumah. 


Beliau masih kuliah. Meskipun kuliah jarak jauh. Sering online. Ya justru online aja sih kuliahnya. Selama ini memakai laptop anak-anak. Sampai aku dapat hadiah laptop dari lomba, lalu laptop hitam ini dikasih ke ammah Dilla. Semoga laptopnya bisa membantu kuliah Ammah Dillah.


Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post