Pisang Keju + KRAFT Quick Melt Karya akhir pekan bareng anak-anak

Akhir pekan merupakan waktu saya bersama anak-anak. Kalau Senin - Jumat saya kerja, anak-anak di rumah sama bundanya. Sabtu istri saya mengajar di kampus. Maka, anak-anak di rumah sama saya. 

 

Saya menyadari waktu saya sangat minim dengan mereka. Biasanya saya berangkat dari rumah jam 06.00 pagi, pulang jam 04.00 sore. Sampai di rumah sudah lelah. Sempat main sama anak sih tapi nggak lama.  

Makanya saya berusaha mengganti waktu bersama anak-anak di akhir pekan dengan melakukan banyak hal. Kadang bermain bola di lapangan, jalan-jalan ke alun-alun, bermain sepeda, atau lainnya. 

Jumat sore itu Mas Jundi merengek,

“Ayah, minta uang dong,” kata Mas Jundi, di sulung. 

“Buat apa Mas?” tanya saya.

“Buat jajan. Pengen jajan,”

“Adek juga pengen jajan,” kata adiknya merengek juga.

Lalu saya kepikiran, besok bakalan minta uang juga buat jajan. Hm, kenapa nggak bikin camilan sendiri aja ya? Lalu saya terpikir untuk membuat pisang keju. 

Mengurus anak bukan perkara mudah. Kadang orang tua dibuat bingung dengan membersamai anak. Betul?

Padahal, mengurus anak itu tidak bisa hanya diserahkan pada seorang ibu saja. Harus bareng antara suami dan istri.

Kalau bapak-bapak repot nggak sih kalau mengurus anak. Sepertinya repot sih ya. Kadang saya heran. Dititipin anak satu atau dua jam sudah kerepotan. Tetapi istri yang sepanjang hari bareng sama anak biasa saja.

Padahal seorang ibu, kaum perempuan, biasanya dianggap kaum lemah. Tapi mengurus anak ternyata lebih strong dari seorang ayah. Maka seorang ayah harus apresiasi kepada ibu yang mampu mendidik dan mengurus anak. 

Karena mengurus anak itu berat, seorang ayah harus mau bergantian dengan ibu. Kalau ibu harus ada pekerjaan maka ayah harus bisa menggantikan.  

Malam saya ke pasar untuk nyari pisang kepok kuning. Pisang kepok ada jenis kepok putih dan kepok kuning. Kepok putih itu kurang pas kalau digoreng karena teksturnya lebih lembek. Kalau pisang kepok kuning walaupun udah kelewat matang tetap keras untuk digoreng atau direbus. 

Sebetulnya pasar itu adalah pasar pagi. Tapi malam sudah buka. Banyak pedagang yang tidur di emperan toko atau menggelar dagangan dari malam sampai pagi. Wah, luar biasa ya perjuangan mereka mencari nafkah. Mudah-mudahan laku keras jualannya. 

Pagi saat istri mulai kerja saya narik nafas panjang. Melakukan afirmasi positif, saya pasti bisa melewati hari ini dengan bahagia. Pasti menyenangkan masak bareng dengan anak-anak. Semua akan baik-baik saja, kata saya dalam hati. 


Setelah mandi saya ajak Mas Jundi dan adiknya membantu saya goreng pisang. Kalau anak ikut memasak bisa jadi mengacaukan masakan kita. Bentuk makanannya rusak atau kacau. Tapi tidak apa-apa. Justru itulah momen mereka belajar tentang sesuatu hal. 

Dan pastinya produk yang dihasilkan seorang ayah tidak bakal sebagus produk ibu. Namun, tentu berbeda maknanya. Ayah yang sudah mau masak bareng anak saja sudah keren, lho. 

Ayah Masak? No Way!

Memasak memang identik dengan pekerjaan ibu. Tapi tidak salah juga kalau Ayah harus bisa masak. Bahkan harus sering melakukannya.

Kenapa begitu? Supaya ayah bisa menggantikan peran Ibu kalau ibu sedang tidak bisa melakukan tugasnya. Misalnya sedang sakit atau ada pekerjaan lainnya. 

Memasak bareng anak-anak juga sedang mengajarkan kepada mereka bahwa seorang laki-laki juga harus bisa memasak. Oh iya kebetulan dua anak saya semuanya laki-laki. Jadi waktu masak saya sambil mengajari mereka. 

Toh kalau mereka nanti sudah dewasa saat mereka kuliah bakal jauh dari orang tua sehingga harus mandiri juga. Mereka harus bisa masak ketika ngekos saat kuliah. Itu juga yang saya lakukan sewaktu kuliah dulu. Dan inilah resep pisang keju yang saya buat bareng anak-anak. 



Resep pisang keju KRAFT Quick Melt

Bahan:

  1. Pisang kepok satu sisir
  2. Tepung terigu 500 gram (khusus pisang goreng)
  3. Minyak sayur secukupnya

Alat:

  1. Teflon
  2. Pisau
  3. Parut keju


Langkah 1

Saya mulai membuat adonan tepung terigu khusus pisang goreng secukupnya. Kalau tepung terigu saja kita perlu campurkan garam agar ada rasa gurihnya juga. 

 Campuran air jangan terlalu banyak agar tidak terlalu encer. Setelah itu panaskan minyak goreng di atas teflon. Sampai pisang hampir tenggelam seluruhnya. 

Langkah 2

Sambil menunggu minyak panas, kupas pisang dengan hati-hati. Untungnya saya pernah diajari istri mengupas pisang tanpa melepas kulit dari sisirnya. Jadi lebih praktis saat membuangnya ke tempat sampah. Belah pisang menjadi dua atau tiga bagian. Jangan terlalu tipis atau terlalu tebal.

Saat minyak sudah panas, masukkan pisang. Hati-hati terpercik minyak panas. Jangan sampai tumpah ke kompor, sebab bisa diomelin istri. Hehe..

Langkah 3

Tunggu sampai warnanya kekuningan atau orange. Kalau sudah, tiriskan. Goreng lagi pisang yang sudah dilumuri adonan tepung terigu lagi. Tunggu sampai hangat. Susun dengan rapi dan estetik agar mengundang selera juga. 

Menaburkan KRAFT QUick Melt, ini si bungsu lho yang ikut bantu

 

Langkah 4

Berikutnya adalah bagian yang utama yaitu menaburi dengan keju spesial yaitu KRAFT Quick Melt. Keunggulan keju KRAFT Quick Melt adalah dapat meleleh sempurna dan antigagal dalam tiga menit. Lelehnya itu sempurna. Tidak terlalu cair atau encer. Rasanya itu lezat dan gurih keju yang khas. Anak-anak pasti suka.

Kehadiran KRAFT Quick Melt menjadi bukti KRAFT yang selalu menghadirkan produk keju berkualitas sejak 1983. KRAFT senantiasa hadir memenuhi sajian spesial untuk keluarga.

“KRAFT Quick Melt hadir sebagai solusi simpel anti gagal  untuk berkreasi dengan keju cepat leleh bertekstur sempurna untuk menjadikan kebersamaan keluarga di akhir pekan lebih bermakna. Konsumen di rumah bebas gunakan untuk aplikasi apa saja; di goreng, di kukus, di oven dalam 3 menit pun akan meleleh dengan sempurna. Sensasi lelehan kejunya itu yang membuat hidangan simpel menjadi lebih spesial untuk momen kebersamaan keluarga,” jelas Dian Ramadianti, Senior Marketing Manager Keju KRAFT

 

Anak-anak doyan, kelihatan enak dari ekspresinya

 

Begitulah pengalaman saya membuat camilan untuk anak-anak. Dalam rangkan parentime berkualitas bareng anak-anak. Memang sih lebih simpel kalau beli camilan di luar rumah. Hemat waktu dan tenaga. Tapi kalau seperti itu kurang kebersamaan dengan anak-anak. Orang tua harus lebih banyak waktu bersama anak-anak. Supaya menumbuhkan bonding antara orangtua dan anak.

Setelah pandemi Covid-19, orang tua sering berada di luar rumah untuk bekerja. Padahal, sebelumnya hampir setiap waktu ada di rumah karena work from home. Dari yang banyak waktu untuk keluarga menjadi semakin berkurang waktu untuk keluarga.

Saatnya mengembalikan momen kedekatan itu. Tidak harus sepanjang waktu, tetapi waktu yang berkualitas. Walaupun sebentar, kalau diisi dengan momen kebersamaan, dampaknya sangat kuat untuk kedekatan bersama anak. 

Pisang keju yang saya buat ini sangat praktis membuatnya. Tidak ribet atau belepotan. Tidak terlalu lama punya waktu membuatnya. Anak-anak senang dengan rasanya. Sebentar saja camilan pisang keju ini ludes. 

Pembaca punya kreasi menu KRAFT Quick Melt lainnya? Boleh dong berbagi di kolom komentar…. 

 

 

19 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Keseruan bersama keluarga mem ang harus dijaga.. supaya kita bahagia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Bu. Hubungan anak dan orang tua harus dekat. Bisa dilakukan dengan banyak cara. Salah satunya dengan masak bareng ini

      Delete
    2. Benar, Bu. Banyak ya cara untuk menjaga keseruan bersama keluarga. Salah satunya masak atau bikin camilan ini ya

      Delete
  2. Ayah harus bisa juga membuat anak senang, dengan cara makan dan masak bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe.. bentuknya sih nggak tau ya. Cuma seru aja sih bikin bareng anak2 ya Pak.

      Delete
  3. Bikin pisang keju KRAFT Quick Melt saya juga sering, atau jasuke, atau juga singkong keju . Nah tuh semua cemilan kesukaan apaa lagi ya ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah. Banyak nih camilannya Bu. Lain kali bikin resepnya ya. Biar saya contek. Hehe ...

      Delete
  4. Bapak sukses bantu istri, anakpun bahagia,,seperti anak saya minta dibelikan piscok trus harga 1 butir 1rb, setelah fikir.mending buat saja ..beli bahan bisa dipakai berulang ulang jadi deh hemat kantong

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya Bu. Hemat kalau bikin sendiri. Selain itu bisa membuat keseruan bareng keluarga. Supaya makin hidup suasana rumah. Aamiin

      Delete
  5. Terimakasih resepnya... bokeh kpn minta pak suami bikinin juga..hihi. Ayaah luar biasa.. kereen...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe. Ayo Bu. Dikompori suaminya. Yang penting kebersamaan dengan anak juga sih. Supaya ada bonding antara orang tua dan anak juga.

      Delete
  6. Mantap Pak Padil bisa jadi chef pula. Yang penting anak-anak happy. Terimakasih resepnya. Bisa dicoba untuk kegiatan enterpreneurship anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Chef dadakan Bu. Yang penting maju. Berani bikin. Seru juga sih sama anak2. Hehe ..

      Delete
  7. Kreatif Pak Padil. Bikin anak betah di rumah. Pisang Kejunya menggoda sekali hehe

    ReplyDelete
  8. Besok bikin jajan apa lagi, ya?
    Ide keren membersamai anak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya bikin puding Bu. Buat bapak-bapak mah yang simpel aja. Yang penting kebersamaan pula dengan keluarga. Hehe

      Delete
  9. Menyenangkan dapat menemani putra putri di rumah dan memasak bersama

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Bu Mayor. Seru aja masak bareng anak-anak. Meskipun bapak2, harus bisa juga masak. Mudah-mudahan seneng dengan masakannya. Aamiin

      Delete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post