Sore ini hujan turun dengan derasnya. Jam pulang kerja sudah tiba. Aku segera berkemas pulang. Mudah-mudahan jas hujan mengurangi basah. 

Aku menerobos hujan dengan kecepatan sedang. Sampai di rumah baju pun basah. Tapi tas yang aku taruh di depan tetap kering.

Aku disambut anak-anak dengan riangnya.
“Ye..ye..ayah pulang. Salim dulu, Ayah,” ujar si sulung.
Setelah berganti pakaian aku pun duduk di ruang tamu. Si sulung mendekatiku.
"Ayah, hujan begini enak beli martabrak," katanya.
“Martabak maksudnya? Mau martabak manis atau martabak telur?” 


Justru yang menjawab si bungsu. Dengan hafalnya dia menjawab,

“Pesen dua. Martabak telur buat Bunda sama Mas Jundi. Martabak manis buat Ayah sama adek,” jawabnya dengan lancar.

“Pesannya pakai HP aja,” tambah si sulung.

Martabak manisnya mau rasa apa?

“Rasa coklat susu,” jawabnya mantap.

Begitulah kebiasaan kami kalau beli martabak. Jadi tidak cukup satu karena seleranya berbeda.


Dalam keseharian kita pasti ada banyak kondisi tidak ideal yang harus kita hadapi. Betul? Menurutku sih kita harus adaptif dengan kondisi.

Misalnya begini.

Kalau seorang suami berangkat kerja, idealnya bekal makanan disiapkan oleh istri. Termasuk saat pulang kerja idealnya ada makanan sehingga bisa penghilang lapar saat pulang kerja. Nah, kalau kondisinya tidak bisa seperti itu kita harus fleksibel saja.

Cari solusi amannya saja yang penting kondisi rumah baik-baik saja. Seperti apa solusinya?

Kalau istri nggak sempat nyiapin bekal untuk kerja, bisa beli di warung atau tempat makan di jalan. Kalau sepulang kerja nggak ada makanan atau nasi/lauk ya tinggal pesan lewat aplikasi GoFood. Intinya dibikin mudah saja.

Daripada marah-marah sama istri, bisa membuat ribut rumah tangga. Toh istri juga sudah seharian di rumah mengerjakan pekerjaan di rumah tentu capek. Di rumah itu bukan berarti nggak banyak kerjaan. Justru kerjaannya banyak memang ringan tapi nritil (Jawa)  atau ada terus. Saya beberapa kali sudah hafal-lah dengan pekerjaan yang ada di rumah

Lho, emangnya ada suami yang marah kalau tidak dibawain bekal atau tidak disiapkan jamuan makanan sepulang kerja? Tentu saja ada.

Tapi sebaiknya nggak usah deh marah-marah. Lebih baik ‘kehilangan' Rp. 10.000 atau Rp. 20.000 daripada marah-marah ke istri yang bisa bikin ribut rumah tangga. Malahan dengan mengurangi kesibukan istri bisa menumbuhkan dan menguatkan kasih sayang.

 

Mengubah Kesalahan, Jadi Ladang Pahala

Di hari itu istriku pesan mie ayam dan bakso. Jenis makanan ini memang merakyat sekali. Berjenis pedas hangat menjadi favorit orang Indonesia. Termasuk keluarga kami tentunya.

Biasanya aku yang pesan. Tapi kali ini istriku yang coba pesan. Sepertinya tak ketemu hambatan. Dia pesan dengan lancar. Untuk pesanan ini dia bayar pakai Gopay, saldoku masih lumayan jumlahnya.

Setelah pesanan diterima, biasanya belasan menit untuk mengambil pesanan dan mengantarnya. Biasanya kalau sudah pesan aku tidak mengecek lagi aplikasi. Namun, kali ini aku teringat sesuatu. Baru lima menit aku segera mengeceknya.

“Bun, udah pesen makannya?”

“Udah, Mas. Sudah dipesan. Paling masih di jalan,” jawabnya.

Ada perasaan nggak enak. Benar saja dugaanku.

“Wah, lokasinya belum disetel ulang, Bun. Ini masih Jakarta.”

“Maksudnya, Mas?”

“Kemarin kan Mas buat pakai Gojek, ngantar dari stasiun Pasar Minggu Baru ke kampus di Jalan Simatupang. Belum diubah. Jadinya yang kita pesan, di antar ke sana, ke kampus.”

“Wah, terus gimana Mas?”

“Ya udah kita kasihkan ke bapaknya saja. Buat dimakan beliau saja.”

“Maaf ya Mas. Nggak tahu sih soalnya.”

Lalu aku chat lewat aplikasi.

“Pak, maaf. Saya salah pesan. Lokasinya belum saya ubah. Lokasi pemesanan masih di Jakarta. Padahal saya sudah di rumah, di Banten. Mie ayam dan baksonya buat bapak saja. Boleh juga buat keluarga Bapak. Pembayarannya lewat aplikasi ya Pak. Maaf sebelumnya…”

“Oh nggak papa itu, Pak?”

“Iya, nggak papa. Lagian itu kesalahan saya.”

Lewat satu peristiwa, kita bisa mendapatkan banyak makna. Ya, banyak hal yang terjadi saat kita melakukan aktivitas. Bisa jadi tidak beririsan langsung tetapi ada pelajaran di dalamnya. Jadi waktu itu Mas Jundi bertanya kepadaku.

 “Ayah Kenapa kita harus ngucapin terima kasih ke ojeknya?”

“Oh, Ayah mengucapkan terima kasih ke bapaknya. Kan kita sudah dibantu sama bapaknya. Kita nggak susah payah keluar apalagi hujan-hujanan. Tinggal nunggu di rumah eh makanannya datang. Jadi kita kan dibantu sama bapaknya makanya kita harus tetapkan terima kasih.” 

Saat mengucapkan kata ‘bapaknya’ aku memberi penekanan kata. Aku menghindari menyebut ‘tukang ojeknya’. Saat itu aku sedang mengajarkan kesopanan kepada anak. Menurutku, sapaan bapak lebih sopan.

“Oh iya, Mas Jundi  paham.”

Ada banyak cara mencipta dan menumbuhkan cinta dalam keluarga. Salah satunya adalah lewat makan bersama. Karena saat itu bukan hanya sekadar makan tetapi juga menghidupkan komunikasi dan saling berbagi sesama anggota keluarga.


 

GoFood Layanan Kepercayaan Keluarga, Mudah dan Nyaman Menggunakannya

Gojek yang juga sebagai aplikasi pesan makanan online ini punya aplikasi lengkap. Salah satunya Gofood. Salah satu fitur yang aku suka dari aplikasi ini adalah rekomendasinya. Jadi nantinya pengguna bisa mendapatkan saran makanan yang satu selera dari data pemesanan yang sebelumnya pernah dilakukan.

Lalu ada fitur pengingat yang membuat pelanggan diingatkan dengan menu yang biasanya kita pesan.

Kita juga bakal diberikan alternatif tempat pesan makanan online berdasarkan cara dan durasi ketersediaan makanan. Beberapa fitur ini tentu membuat kita semakin nyaman memilih menu yang terbaik.

Layanan pesan antar makanan lewat GoFood membuatku mudah memesan makanan. Bahkan saat aku sedang tak lagi di rumah, layanan pesan antar GoFood tetap bisa mewujudkan kejutan untuk istri dan keluarga.

“Bun, bentar lagi ada Gojek ngantar makanan. Nggak usah membayar. Soalnya udah dibayar sama Mas dari sini.

“Oh, iya. Makasih, Mas. Kebetulan banget, ini agak nggregesi badan. Kemarin kehujanan dari kampus,” jawab istriku. (Nggregesi = kurang enak badan).

Layanan delivery GoFood benar-benar akurat mengenai waktu. Aku memberikan bintang 5 dengan tidak ragu-ragu.  Dan lagi-lagi aku memberikan tambahan untuk driver. Seingatku, aku tak pernah lupa menambah barang seribu dua ribu.

Cerita tentang GoFood bukan hanya kebutuhan makanan saja tetapi tentang beragam makna. Tentang makna simpati, gotong royong, saling peduli dan edukasi.

Aku pun setia dengan aplikasi ini. Bahkan ketika aku berganti handphone, aplikasi ini terdepan list aplikasi yang segera aku install.


Memang sangat mudah menggunakannya.

Pertama, jangan lupa aktifkan lokasi. Ini membantu aplikasi menyediakan tempat makan terdekat dengan kita.

Kedua, pesan makanan sesuai pilihan kita. Pilih jenis makanan di fitur pencarian.

Ketiga, pilih resto sesuai pencarian. Perhatikan jaraknya dari rumah kita. Juga waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan makanannya.

Keempat, manfaatkan flash sale untuk mendapatkan harga yang lebih hemat misalnya diskon makanan dan ongkos kirim atau ongkirnya.

Kelima, pilih jenis pembayarannya. Bisa pakai GoPay atau tunai. 

Pandemi akibat Covid-19 pastinya membuat penggunaan aplikasi transportasi semakin meningkat. Ini aku alami juga.

Pandemi covid-19 yang kita alami sekitar dua tahun menjadi bukti layanan pesan antar Gofood benar-benar menjadi pahlawan kami. Bukan hanya karena mengurangi mobilitas saat pandemi, lho. Ada hal lain yang lebih besar daripada itu. Keluarga kami tidak luput dari virus yang penyebarannya sangat cepat itu.  Aku dan istri sempat menjalani isolasi mandiri atau isoman akibat terinfeksi Covid-19.

Saya terkena Covid-19 bulan Juni 2021 lalu. Kasus saya cukup unik. Sejak 2020 lalu saya sering bolak-balik ke Jakarta, sering naik kereta api, dan sering bepergian. Saat kasus Covid-19 sedang marak saya malah tidak kena. Nah, saat kasusnya menurun, malah saya kena.

Saya sudah melakukan vaksinasi sebanyak 2 kali. Memang sih meskipun sudah divaksin, belum tentu bebas dari Covid-19. Namun, dengan vaksinasi, dampaknya lebih ringan.

Awalnya  demam tiga hari, namun penciuman masih ada. Sehingga saya anggap demam biasanya. Keluarga tidak tertular demam. Di hari keempat, istri saya mengalami anosmia atau kehilangan penciuman, tanpa demam. Jadi gejala saya dan istri berbeda. 

Saat itu, kami langsung cemas. Kami perantau. Tidak ada orangtua atau saudara dekat. Kami di Banten, sementara orang tua di Jambi. Kalau dirawat di rumah sakit, anak-anak sama siapa? Lagi pula saat itu rumah sakit kewalahan menerima pasien Covid-19. Bahkan banyak yang ditempatkan di tenda sementara karena ruangan penuh.

Akhirnya kami isoman dengan sangat hati-hati karena ada anak-anak. Anak sulung berusia 5 tahun, yang bungsu 3 tahun.  

Awalnya kami tidak mau mengabari tetangga kalau kena Covid-19. Khawatir merepotkan.  Namun, akhirnya kami memberitahu Pak RT sebagai pimpinan di lingkungan. Juga mengabari kepala sekolah sebagai pimpinan di tempatku kerja.

Setelah itu barulah banyak yang tahu kalau kami sedang isoman. Banyak yang mengirimkan pesan lewat WhatsApp menyemangati agar tetap semangat menjalani isoman.

“Anggap aja ngasih istirahat buat badan.”

“Usahakan tetap makan.  Sedikit tapi rutin."

Wah, benar-benar senang dan semangat kalau dikasih perhatian. Aku yang lebih sehat masih mengaktifkan handphone. Istriku yang lebih parah menonaktifkan handphone-nya untuk istirahat total.

Setelah banyak yang tahu kalau kami sedang isoman, banyak yang ngasih bantuan. Saudara, teman, dan tetangga yang silih berganti mengirimkan makanan.

Ada yang berkirim bakso, martabak, telur, sop, dan nasi berikut lauk pauknya. Ada  yang berkirim buah, minuman herbal, madu, dan obat-obatan.  Saya makin sehat karena makin banyak makan. Ada yang mengirimkan bahan makanan mentah. Selama 5 hari selanjutnya saya tidak masak karena sudah cukup dari kiriman tadi.

“Mbak, ntar ada yang antar makanan ya. Maaf aku nggak bisa mengantar. Semoga cepat sembuh,” dari teman istriku.

“Pak Padil, sebentar lagi aku kirim sop ya. Mudah-mudahan nambah energi,” dari seorang guru.

“Pak, nanti dikirim bahan makanan mentah. Ntar tinggal masak aja.”

Makanan saat isoman dari teman, dikirim lewat GoSend atau Gofood


Saat kasus Covid-19 yang masih marak itu memang kita dianjurkan untuk menjaga jarak. Layanan pesan antar makanan pun biasanya diletakkan di pagar saja. dianjurkan pula menggunakan saldo Gopay untuk bertransaksi untuk mengurangi kontak.   

Luar biasa dukungan dari orang-orang saat keluargaku kena Covid-19 lalu. Biasanya aku hanya membaca dari media sosial saja tentang dukungan orang-orang sekitar terhadap orang yang sedang isoman. Tapi kali ini aku benar-benar mengalaminya. Jadi bukan sekadar omong kosong. 

Saat Ada Tamu, Layanan GoFood Sangat Membantu

Biasanya di akhir pekan ada saja teman anakku yang menginap di rumah. Seperti pada pekan ini, ada Ahfa yang menginap. Sebagai tuan rumah tentu sebaiknya menjamu dengan baik. Karena anak-anak maka jamuannya biasanya makanan atau camilan.





Begitu juga saat ada tamuku. Kalau di rumah lagi tidak ada camilan maka aku pesan saja lewat GoFood. Sebetulnya ada martabak yang tidak terlalu jauh dari rumah. Sekitar 2-3 menit saja. Tapi kan nggak mungkin tamu aku tinggal. Maka aku pesan lewat GoFood saja. Tamu tidak ditinggal, camilan datang.

Sejauh ini aplikasi kebanggaan anak bangsa ini sangat membantu. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pribadi seperti transportasi ke tempat kerja, kuliah, dan lainnya tetapi juga kebutuhan keluarga seperti pesan makanan (GoFood), antar barang (GoSend) atau belanja (GoMart).

Kemajuan teknologi memang membawa banyak dampak positif. Hadirnya aplikasi Gojek, start-up dalam bidang transportasi jelas membuat mobilitas semakin nyaman, cepat, akurat, dan terpercaya. Apalagi layanannya semakin banyak seperti GoRide, GoCar, GoTransit, GoFood, GoSend, GoMart, GoPulsa, GoTix bahkan GoPlay membuat kita semakin dimudahkan dalam memenuhi berbagai kebutuhan.

Layanan GoTransit memudahkan perjalanan Comuter Line (dokumen pribadi)

Gojek begitu memudahkan mobilitas. Saat ada aktivitas yang membutuhkan kenyamanan dan kecepatan, Goride jadi pilihan paling pas.

Goride juga jadi langgananku kala kuliah dari 2018-2020 lalu.

Pesan ojek online atau layanan Goride jadi pilihan saat harus segera mencapai tempat kuliah. Dari stasiun Pasar Minggu Baru ke Jalan Simatupang bisa ditempuh hanya beberapa menit saja. Padahal, kalau pakai angkot bisa setengah jam bahkan lebih. Sementara, kuliah sudah keburu dimulai. Setiap kali kuliah, pesan ojek online jadi pahlawan bagiku menyelesaikan studi.

Aku sudah berada di stasiun Tanah Abang. Saat itu aku mau ke daerah Tebet. Biasanya transit di stasiun Manggarai lumayan lama. Harus pindah ke lantai 3 pula. Lalu menuju lajur 12. Jelas memakan waktu yang lama sebab harus menunggu datangnya Commuter Line (CL) jurusan Bogor. Padahal aku sudah terdesak waktu. Aku pun tak mau menunggu lama. Segera aku pilih layanan Goride yang bisa mengantarkanku ke tujuan dalam waktu belasan menit saja.

“Sudah lama jadi mitra Gojek, Mas?”tanyaku ke driver. Sebuah kebiasaan yang sering terjadi kala menggunakan layanan Goride ini. Tak mau hanya diam saja tetapi memanfaatkan momen untuk bertanya. Siapa tahu dapat pelajaran hidup yang berharga.

“Sudah enam  tahun, Pak,” Jawabnya. Beliau namanya Mas Nur.

“Ini sambilan atau jadi yang utama, Mas?”

“Yang utama, Pak.”

“Kalau mulai itu dari jam berapa, Pak?”

“Dari pagi, Pak. Kadang jam 5 pagi sudah berangkat dari rumah,” jelasnya.

“Terus, selesainya jam berapa?”

“Kadang sampai jam 8 malam, Pak. Nggak mesti, sih. Kadang jam 5 sore. Atau jam 11 siang kalau sedang ada kebutuhan keluarga,” terangnya.



Bersama Mas Nur yang mengantarkanku ke tempat kuliah (dokumen pribadi)


Dengan menjadi mitra Gojek itu pula dia menghidupi keluarga. Ada istri dan satu anaknya yang dia nafkahi. Gojek telah menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga. Tidak terhitung berapa keluarga yang menggantungkan hidup dari bermitra bersama Gojek.

Tiga pilar Gojek yaitu kecepatan (bergerak cepat, mendorong batasan), inovasi (menyelesaikan masalah dalam skala besar), dan dampak sosial (mentransformasi hidup, menginspirasi perubahan) mentransformasi Gojek tumbuh dan menjadi perusahaan yang meraih berbagai penghargaan.

Di tahun 2010 Gojek bermita dengan 20 ojek dan 1 call center. Dengan satu misi untuk menyelesaikan masalah masyarakat Indonesia, Gojek membuat jalanan Jakarta menjadi sebuah lautan hijau. Di tahun 2015 aplikasi Gojek dibuat, terdapat kenaikan pesanan dari 3,000 per hari jadi 10,000 per hari. Lalu Gojek berekspansi ke luar kota. Tak lagi hanya di Jakarta. Gojek pun melakukan ekspansi ke ranah pesan antar makanan, penjualan tiket, dan lainnya. Gojek juga mendapat pendanaan Series A di tahun yang sama.

Lalu di tahun 2016 Gojek menjadi perusahaan unicorn pertama di Indonesia. Kenaikan pesanan menjadi 300,000 per hari. Yang tidak kalah hebatnya, lebih dari 30,000 teman difabel bergabung dengan Gojek. Inovasi yang terus dilakukan Gojek membuat start up ini layak diganjar sebagai peringkat 17 di antara 20 perusahaan yang mengubah dunia versi Fortune. Gojek tumbuh 3,600x lipat dalam 18 bulan. Salah satu pertumbuhan tercepat di dunia.

Di tahun 2018 Gojek melakukan ekspansi ke Vietnam dan Thailand. Pesanan per hari naik lagi jadi 100 juta per hari. Transaksi terus tumbuh sampai 1,100x lipat. Di tahun 2019 Gojek mendapat penghargaan Fortune's Favorite lagi! Gojek punya lebih dari 20 produk, 2 juta Mitra Driver. Pendanaan Seri F dari Google, Tencent, JD.com , dan Mitsubishi. Di tahun 2020 dilakukan penyatukan aplikasi Gojek di Indonesia, Singapura, Thailand, dan Vietnam. GoFood menjadi aplikasi paling berguna dan ramah pengguna di dunia selama pandemi. Aplikasi Gojek diunduh lebih dari 190 juta kali. Di tahun 2021 Gojek dan Tokopedia bergabung menjadi GoTo, perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dan menjadi ekosistem "go to" buat semua kebutuhan sehari-hari.

Selama berkiprah itu, Gojek telah mendapatkan beberapa penghargaan di antaranya GoFood adalah layanan paling user-friendly saat pandemi. Hal ini berdasarkan penelitian oleh Global UXAlliance, Usaria, dan Somia CX. Gojek juga merupakan eringkat 11 dalam Fortune’s top 50 sebagai perusahaan yang mengubah dunia dan salah satu perusahaan dari Asia Tenggara yang dapat penghargaan Fortune selama dua kali. Lalu Top 10 Most Powerful Brands di Indonesia dalam penghargaan Brand Asia. Diukur dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), loyalitas brand, dan keterlibatan media. Gojek juga adalah pemenang UN Women 2020 Asia Pacific Women Empowerment Principles dalam kategori Keterlibatan Komunitas dan Industri.  





Cerita tentang Gojek adalah tentang empati gotong royong, inovasi, dan optimisme. Banyak sudah yang terbantu karenanya. Inovasi kebanggaan anak bangsa ini telah memberikan banyak manfaat kepada bangsa ini. Seperti semangat #PastiAdaJalan yang memberikan kita banyak solusi untuk kehidupan. Bukan hanya kehidupan pribadi tetapi juga keluarga dan bangsa. (***)




59 Comments

Kata Pengunjung:

  1. Maasya Allah memetik hikmah dalam setiap momen..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Bu. Namanya hidup ada saja ya rupa-rupanya. Ada kendala dan kesalahan yang bisa diubah jadi lebih baik. Terimakasih sudah berkunjung ..

      Delete
  2. Menarik sekali kisah nya bersama gojek.
    Pendidikan anak tentang kasih sayang dan penghargaan.
    Dan banyak pembeljaran

    Satu yang paling berkesan.
    Pesan makan eh lokasi tidak sesuai.
    Ini yang namnya Rizki Allah yang beri dari arah yang tidak disangka.
    Masya Allah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, saya malah diingatkan nih. Itulah rezeki beliau ya. Walaupun jaraknnya jauh tapi kalau sudah rezeki ya dapat juga ya Bu. Terimakasih banyak sudah berkunjung

      Delete
  3. Aplikasi yang memudahkan. Mengapa tidak kita manfaatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat, Gojek emang banyak memudahkan kita ya Bu. Berbagai fiturnya nggak cuma Go-ride tapi juga GoFood, Gopay, dan lainnya ...

      Delete
  4. Semoga berhasil menjadi tulisan yang memikat hati Go-Jek. Saya pun terpikat, meskipun aplikasi yang pernah aku pasang sekarnag belum aku pasang kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan membantu untuk mobilitas sehari-hari bahkan untuk kebutuhan lainnya seperti GoFood dan Gopay. .

      Delete
  5. Replies
    1. Maaf Pak Padil... Jawabnya kok belepotan.. hehe..
      GoFood memudahkan kita untuk dapatkan mknan apapun yg kita inginkan... Pd saat yg sangat mendesak kita benar2 terbantu.

      Delete
  6. Benar juga ya..
    Tapi anak-anak sekarang juga sdh jarang yang pakai sebutan Tukang....

    (Pak Padil kalau nulis bisa selalu panjang ya? Luar biasa)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mudah-mudahan bermanfaat ya Bu. Ini karena dibikin kerangkanya. Makanya panjang. Kalau nggak, mungkin nggak panjang juga. Hehe. Makasih sudah berkunjung Bu

      Delete
    2. Wah, di daerah saya masih banyak yang manggil tukang. Hehe...

      Delete
  7. Wah, ceritanya sangat menarik. Tema gojek tapi bisa menggugah selera makan.

    Anak saya pelanggan setia gojek. Setiap hari ia menggunakan aplikasi ini untuk mengantarkan ia ke kampus. Gojek telah banyak membantu kita. Mantaps gojek.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, identik dengan generasi digital nih. Sekian itu emang memudahkan banget sih aplikasi Go-jek ini. Bisa memenuhi kebutuhan kita dengan mudah.

      Delete
  8. Ulasan yang sangat menginspiasi pak padil, salam sehat selamat pagi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak, Bu. Mudah-mudahan bermanfaat. Mari jalin silaturahmi. Aamiin

      Delete
  9. Ulasan ttg Gojek yg sangat inspiratif.

    Kisah nyata penulis dan bagaimana kita memahami kehidupan para gojeg.

    Dan rekomendasi bafaimana kita memaksimalkan peluang kebaikan kepadanya.

    Terima kasih pak Suprdi tlh berbagi n menginspirasi.

    Salam hangat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salah hangat, Pak. Gojek jadi bagian penting dalam hidup kita ya. Tak terbilang berapa banyak pekerjaan dan kebutuhan yang dipenuhi dengan aplikasi kebanggaan anak bangsa ini.

      Delete
  10. Ustaz Supadilah luar biasa mampu mencerahkan dan menginspirasi bagaimana mengapresiasi ulasan Gojek yang baru viral dan bermanfaat sebagai praktik peduli manusia yang memanusiakan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak, Pak. Sedikit ulasan yang tak sebanding dengan peran penting Gojek dalam hidup kita.

      Banyak yang dimudahkan dengan kehadiran aplikasi ini.

      Yuk manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari kita

      Delete
  11. Bagus sekali tulisannya. Memang benar jika ada masalah kecil dalam RT jangan diselesaikan dengan marah marah. MEMBUAT SUASANA MENJADI KERUH... INSPIRASI SEKALI

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Bu. Mudah-mudahan bisa menyelesaikan masalah kita yang sedang dihadapi.

      Setiap masalah ada solusinya pastinya.

      Delete
  12. Tulisan yang begitu enak di baca dan banyak inspirasi yang bisa kita petik dari selesai membaca!

    Sukses terus Pak!

    ReplyDelete
  13. Terimakasih banyak atas kunjungannya. Semoga silaturahmi berlanjut. Aamiin

    ReplyDelete
  14. Keren terperinci dan jelas, menambah informasi untuk masyarakat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak Pak. Makasih sudah berkunjung juga. Mudah-mudahan terjalin ya silaturahmi kita ini.

      Delete
  15. Dari Gojek menjadi kisah cinta dalam membangun hubungan harmonis dengan keluarga. ... menginspirasi ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, Pak. Mudah-mudahan jadi meringankan satu sama lain. Satu cara yang membuat kita bisa mempererat silaturahmi.

      Delete
  16. Gojek banyak membantu saya juga pak, apalagi saat mager bawa kendaraan sendiri, pesan goride atau gojek aja. Saat mager atau capek masak, pesan go food aja. Alhamdulillah kemudahan teknologi dapat memudahkan, saling bantu juga ya dengan pak gojeknya

    ReplyDelete
  17. Wah ... Bener2 ya teknologi bisa memudahkan pekerjaan kita. Banyak banget yang bisa terbantu dengan adanya Gojek ini.

    Aku pun begitu, mbak. Mobilitas terbantu. Kalau pesan makanan juga semakin mudah..bahkan bisa juga memperlancar bisnis ya dengan layanan pesan antar makanan ini. Wah, bener-bener banyak manfaatnya Gojek ini.

    ReplyDelete
  18. Keren....sekali berbagi cerita, Betul sekali ...aplikasi gojek/gojekfood/gocar sangat membantu . Emak2 jadi tdk pusing lagi minta diantar oleh anak/suami. Semoga beres...Apalagi waktu pandemi Covid segala urusan langsung pakai jasa aplikasi yg cerdas 👍👍👍👍👍

    ReplyDelete
  19. Wah, punya pengalaman yang sama ya Emak. Emang sih. Banyak sekali membantu pekerjaan kita ya.

    Pesan antar makanan misalnya jadi lebih mudah saja.

    ReplyDelete
  20. Tulisan yang menginspirasi....
    Dijaman yang serba modern kita lebih dimudahkan.....

    ReplyDelete
  21. Terimakasih banyak Bu. Makasih atas kunjungannya. Saat ini teknologi berjalan dengan cepat tumbuhnya. Banyak membantu aktivitas kita.

    ReplyDelete
  22. Tulisannya menginspirasi. Keren. Nilai yang dapat saya petik yaitu Berbagi dengan empati. Perlu diteladani ketika berbagi pesanan yang dari pada sia-sia dibagi ke kurirnya. Semoga digantikan dengan pahala dan rizki yang lebih buat keluarga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih banyak atas kunjungannya Bu. Mudah-mudahan ada bermanfaat tulisan saya ini.

      Beneran, Bu. sepakat. Lebih baik diubah jadi hal yang positif ya apa yang ada di sekitar kita. Aamiin

      Delete
  23. Saya termasuk setia dengan Gojek dan sangat terbantu. Saya bilang termasuk karena cuma install Gojek aja tapi pakainya kadang-kadang kalau pengen jajan siang atau mau bepergian tanpa suami.
    Dan lumayan dapat teman ngobrol karena biasanya sopirnya ramah plus enak diajak ngobrol.

    ReplyDelete
  24. Wah, tentu pengalaman yang menyenangkan. Yup, drivernya ramah-ramah ya. Kita jadi asyik langganan Gojek ini. Sangat memudahkan untuk berbagai kebutuhan.

    Yuk jadi pelanggan menyenangkan.

    ReplyDelete
  25. Gojek emang bermanfaat banget, Baca artikel ini jadi inget dulu almarhum ayah suka banget minta tolong diorderin Gojek untuk ke kantornya pulang pergi, cinta yang sederhana tapi berkesan dan bermanfaat sekali ternyata setelah beliau tiada.

    ReplyDelete
  26. Masya Allah... Mudah-mudahan Husnul khatimah. Menggunakan jasa bukan hanya karena kebutuhan kita sendiri tapi juga sambil saling menolong ya Kak.

    Gojek banyak membantu orang. Tidak terhitung banyaknya yang terbantu.

    ReplyDelete
  27. Wah...iyaya suka lupa cek lokasi pemesan nih. Pernah kejadian, saya lagi di kampus, padahal maunya pesan untuk orang di rumah.
    Memang bener Gojek penyelamat di kala darurat...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah. Pengalaman yang sama nih. Apapun itu bisa kita atasi dengan lebih baik.

      Gojek banyak membantu berbagai kebutuhan kita ga

      Delete
  28. Masya Allah.. komplit ceritanya. Saya sendiri terbantu dengan armada ojek hijau ini. Saya nggak bisa antar jemput 4 anak sekaligus. Kakak yang sudah SMA biasa pulang naik gojek. Kalau gopay habis mereka tinggal lapor dan langsung saya top up. Kadang mereka jajan juga, biasanya mereka kirim foto apa yang mau dibeli sambil bilang. Aku mau beli ini boleh, Ma? Rasanya lebih simple nggak ribet nyiapin bekal sekolah atau jemput satu-satu. Alhamdulillah gojek sangat membantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, pengalaman yang sangat inspiratif nih. Betapa kemudian teknologi bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kebutuhan hidup kita. Selamat ya Kak...keren

      Delete
  29. Alhamdulillah melalui support Gojek sendi kehidupan pun bisa dilakukan layanan baik makanan, minuman, perjalanan. Gojek membantu pemakai jasa moda transportasi online.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepakat Kak. Begitu banyak yang terbantu dengan Gojek ini. Sendi kehidupan berdenyut bahkan hidup. Tidak terhitung banyaknya yang terbantu dengan armada hijau ini.

      Delete
  30. Jangan2 tempalet martabak keluarga Indonesia itu semua sama ya mas. Wkwkwkwwk. Aku pun sejak dahulu kalau beli martabak selalu dua, martabak telor dan martabak manis.

    Hujan-hujanan gak perlu basah-basahan lagi beli makanan pesanan anak. Bapake pesan dari HP aja, kan ada Gofood. Benar-benar penyelamat di kala darurat.

    ReplyDelete
  31. Sepertinya sama. Hehe... Menu keluarga Indonesia banget sih ya.

    Wah, samaan.
    Enak sih ya. Hehe... Nggak cukup satu sebab selera juga berbeda.

    ReplyDelete
  32. Sepakat bahwa Gojek penyelamat kala darurat. Hemat waktu dan tenaga, keluarga aman sejahtera. Hehe

    ReplyDelete
  33. Ya saya sering tertolong banget...

    ReplyDelete
  34. Andai semua pasangan berpikir begitu. Bahwa ada kondisi yang nggak papa lho meski nggak seperti idealnya. Kita selalu bisa cari alternatif tanpa memaksakan kondisi tersebut sesuai dengan kondisi ideal. Karena nggak mudah, bertanya tentang hal itu tanpa beradu argumen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lagian. Ada banyak alternatif yang bisa kita pilih. Salah satunya manfaatkan GO-JEK misalnya.

      Delete
  35. Kalau nyadar begitu kayaknya enak ya Bu. Yah daripada ngotori hati atau merugikan diri sendiri dengan berpikir yang merusak, mending dibikin enjoy aja keadaan yang ada ya. Mudah-mudahan kita semakin dewasa menyikapi masalah keluarga. Aamiin

    ReplyDelete
  36. Semenjak ada gojek alhamdulillah, perjalanan selama traveling pun jadi menyenangkan kalau ga bawa kendaraan pribadi, mereka ramah-ramah.

    ReplyDelete
  37. Aplikasi yang sangat membantu dan memudahkan banget gojek Nih

    ReplyDelete

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post