Agama merupakan kepercayaan masing-masing pribadi yang harus dihargai. Bukan hanya sekadar menjaga hubungan dengan Tuhan YME, namun juga hubungan kita dengan sesama manusia. Dalam upaya menjaga hubungan tersebut, agama melalui hal-hal di rumah ibadah telah memberikan contoh pada umatnya untuk menghargai perbedaan antar/intra agama bahkan saling berbagi kebahagiaan. Kami yakin di luar sana masih banyak cerita menarik dari lingkungan rumah ibadah (masjid, gereja, pura, vihara, klenteng, dll) yang patut diketahui masyarakat luas. Setiap orang pun memiliki kriteria akan suatu hal dengan versi idealnya masing-masing, termasuk untuk rumah ibadah. Ceritakan harapan/kisahmu melalui kompetisi esai dengan tema “Kisah Inspiritif dari Rumah Ibadah”.

Kompetisi ini memiliki tiga subtema yakni:

  1. Rumah ibadah ideal versiku

Setiap orang pasti memiliki kriteria akan suatu hal dengan versi idealnya masing-masing, termasuk untuk rumah ibadah. Jika kamu memiliki harapan/gambaran rumah ibadah ideal untuk Indonesia yang majemuk, pilihlah subtema ini & ceritakan dalam esai.

  1. Kisah kerukunan antar/intra agama

Kegiatan di rumah ibadah memang selalu menarik untuk dikulik. Bukan hanya sebagai tempat beribadah, masjid, gereja, pura, vihara, kelenteng dan rumah ibadah lain juga kerap menjadi pusat kegiatan masyarakat dan turut menjaga kerukunan antar/intra agama. Contoh: Vihara Dharma Bhakti, Petak Sembilan, Jakarta Barat pada Ramadan 2022 lalu menggelar buka puasa bersama untuk warga muslim di sekitar kawasan tersebut. Ada pula contoh kerukunan dalam intra agama Islam, yakni di Masjid Agung Solo. Untuk memelihara keharmoninas antar kelompok, pengolola majid memfasilitasi dua imam untuk salat terawih 8 dan 20 rakaat saat Ramadan. Jika kamu memiliki atau mengetahui kisah menarik seperti di atas, pilihlah subtema ini & ceritakan dalam esai.

  1. Rumah ibadah yang inklusif untuk semua golongan (termasuk untuk perempuan/ difabel/ anak/ lansia)

Sudah banyak rumah ibadah yang meningkatkan akses serta keikutsertaan perempuan, difabel, anak, dan lansia dalam berbagai kegiatan. Contoh: Masjid Miftahul Jannah Metland, Jakarta Timur yang menjadi salah satu masjid ramah anak, di mana hak dan keterlibatan anak dalam masjid wajib diperhatikan. Ada pula keikutsertaan remaja perempuan dalam kepengurusan Remaja Islam Masjid Cut Meutia (RICMA), Jakarta Pusat. Selain mengadakan kajian, mereka juga membuat kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat & kerukunan umat beragama, seperti Ramadan Jazz Festival yang fokus pada kegiatan sosial. RICMA juga mengadakan perkumpulan remaja lintas agama se-DKI Jakarta dan melakukan kegiatan sosial bersama. Jika kamu memiliki atau mengetahui kisah menarik seputar rumah ibadah dan perempuan/difabel/anak/lansia seperti di atas, pilihlah subtema ini & ceritakan dalam esai.

 

Ketentuan Peserta

Individual, terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya apapun.

 

Alur Kompetisi

  1. Follow Instagram @ppim_uinjakarta
  2. Daftarkan dirimu di https://bit.ly/KompetisiEsai-PPIM
  3. Buatlah esai dengan tema & subtema di atas dengan panjang minimal 750 sampai 1000 kata.
  4. Esai harus dibuat dengan bahasa Indonesia yang sesuai PUEBI.
  5. Esai yang dilombakan bersifat populer.
  6. Menyertakan foto pendukung esai.
  7. Format esai yaitu Dokumen Word (.docs), Kertas A4, Font TNR, Font size 12, Space 1,5pt, Justify (rata kiri-kanan).
  8. Format nama file yaitu [ Nama Lengkap_Judul ].
  9. Karya belum pernah atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba, serta belum pernah terbit atau terikat kontrak oleh pihak manapun.
  10. Kirim esaimu ke https://bit.ly/KirimEsai-PPIM (Seluruh esai yang dilombakan akan menjadi hak milik PPIM UIN Jakarta).

Post a Comment

Kata Pengunjung:

Previous Post Next Post